Soal makan mahal Anyer, Rano capek promosi tapi warga tak sadar

Rano yakin 'kecurangan' tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Soal makan mahal Anyer, Rano capek promosi tapi warga tak sadar
Makan sejuta di Anyer. ©2014 Merdeka.com

Plt Gubernur Banten Rano Karno prihatin dengan merebaknya kabar kekecewaan wisatawan yang mengaku dirugikan saat makan di warung kawasan Anyer, Serang, Banten. Seorang pengguna Facebook mengunggah sebuah bon atau kuitansi pembayaran Rp 1 juta untuk tujuh menu makanan dan minuman yang dipesan. Namun, harga tiap makanan terbilang tak masuk akal."Agak prihatin, tentu harus ada perubahan dari masyarakat sendiri. Artinya memang tugas kita untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang wisata," jelas Rano di Serang, Senin (8/9).Rano mengaku sudah lelah mempromosikan Anyer tapi warganya tak sadar jika perbuatan tersebut bisa merugikan sektor pariwisata dan perekonomian kawasan itu. Tetapi Rano yakin 'kecurangan' tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang."Kita capek melakukan promosi tapi tidak ditunjang oleh kesadaran masyarakat sendiri akibatnya bisa fatal. Tapi mungkin ini hanya beberapa orang," jelas dia."Memang harus kita lakukan adalah sosialisasi sadar wisata, Harus. Itulah tugas utama kita," tambah Rano.Sebelumnya, seorang pengguna Facebook mengunggah sebuah bon atau kuitansi pembayaran makanan yang diakuinya berada di sebuah restoran di Anyer. Di kuitansi tersebut ada tujuh menu makanan dan minuman yang dipesan. Namun, harga tiap makanan terbilang mahal.Dua ikan bakar dihargai Rp 400 ribu, 1 cumi saos tiram Rp 180 ribu, 3 cah kangkung Rp 200 ribu, 1 baso sapi Rp 20 ribu, 2 nasi putih Rp 90 ribu, 2 lalap+sambal Rp 30 ribu, dan 1 es teh manis Rp 80 ribu. Jumlah total yang harus dibayar oleh pemesan adalah Rp 1 juta."hati2 makan d "rmh makan" skitaran pantai anyer. baru kali ini makan smp sjuta. mending eksklusif, kaya warung pecel ayam... bakso smangkok harganya ckckckckckck. bakso kecil2 gt aja," demikian tulis pemilik akun Facebook bernama Dewi Kabisat Andriyani di bawah unggahan kuitansi seperti dikutip merdeka.com, Jumat (5/9).

Rekomendasi