Kodim Pekalongan serahkan kasus bendera mirip GAM ke polisi

Kodim Pekalongan belum bisa dipastikan apakah itu bendera GAM atau Bendera Aceh yang hingga kini masih kontroversi itu.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Kodim Pekalongan serahkan kasus bendera mirip GAM ke polisi
Bendera mirip bendera GAM di Pekalongan. ©2014 Merdeka.com

Komandan Kodim (Dandim) 0710 Wijayakusuma, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Letkol Inf Riza Anom Putranto menyatakan kasus penemuan ribuan bendera mirip Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diserahkan kasusnya ke Polres Pekalongan, Jawa Tengah. "Untuk upaya proses penyelidikan lebih lanjut, setelah melakukan pemeriksaan awal kami serahkan sepenuhnya kasus penemuan bendera yang diduga bendera GAM ke polisi," ungkap Dandim 0710 Wijayakusuma Kabupaten Pekalongan Letkol Inf Riza Anom Putranto kepada wartawan di Makodim 0710 Wijayakusuma, Jumat (5/9) usai melakukan pemeriksaan sementara kepada Imam yang memproduksi ribuan bendera itu.Riza menyatakan anggotanya dengan berkoordinasi dengan kepolisian berhasil menemukan ribuan bendera yang mirip bendera GAM di Desa Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Namun belum bisa dipastikan apakah itu bendera GAM atau Bendera Aceh yang hingga kini masih kontroversi itu.Bendera itu diproduksi oleh Imam Kamaludin warga Desa Bener RT 18 RW IV, Kec Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Usai dimintai keterangan langsung oleh Dandim mulai sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi, sekitar pukul 14.45 WIB Imam diserahkan ke Mapolres Pekalongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut."Saat dilakukan pengecekan dan pemeriksaan ternyata kami temukan sebanyak 1.257 lembar bendera yang siap untuk dikirim. Sebanyak 60 lembar bendera di antaranya yang rusak. Kemudian sebanyak 50 bendera yang telah jadi sebelumnya sudah dikirim ke Jakarta. Total pemesanannya ada sebanyak 5 ribu bendera," ungkapnya.Dugaan sementara petugas Kodim 0710 Wijayakusuma Kabupaten Pekalongan, bendera mirip GAM itu akan digunakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan GAM yang jatuh pada 4 Desember 2014 mendatang."Dugaan sementara kami itu, soalnya pada tanggal 4 Desember merupakan hari ulang tahun GAM. Namun, dugaan ini perlu pendalaman lebih lanjut. Sehingga kami serahkan kasus ini untuk didalami lebih lanjut oleh kepolisian Polres Pekalongan," tegasnya.Riza menjelaskan, usai memintai keterangan Imam yang berprofesi sebagai pengusaha dan tukang sablon yang mendapatkan pesanan bendera mirip GAM itu diantar ke Mapolres Pekalongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, kasus penemuan ribuan bendera mirip GAM itu ditangani oleh petugas polisi Mapolres Pekalongan.

Rekomendasi