Nama istri Anas dihapus dari akta PT DCL sebab Wisma Atlet

"Yang ada perubahan 2009 tu dibikin back date. Komposisi tetap empat pihak," kata Ronny.

Aryo Putranto Saptohutomo
Nama istri Anas dihapus dari akta PT DCL sebab Wisma Atlet
Istri Anas Athiyyah Laila . ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Direktur Operasional PT Dutasari Citra Laras, Ronny Wijaya, mengakui nama istri Anas Urbaningrum, Atthiyah Laila, pernah tercantum sebagai pemegang saham perseroan. Tetapi, lanjut dia, nama Atthiyah buru-buru dihapus selepas kasus suap Wisma Atlet SEA Games terbongkar.Menurut Roni saat bersaksi dalam sidang Anas Urbaningrum, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (29/8), awalnya hanya terjadi pengubahan komposisi pemegang saham di PT DCL. Yakni Machfud Suroso 40 persen saham, PT M'Sons Capital 20 persen, Ronny 20 persen, Atthiyah 20 persen. Tetapi pada 2009, selepas KPK membongkar kasus suap Wisma Atlet, akta PT DCL diubah dengan cara menghapus nama Atthiyah dan"Yang ada perubahan 2009 tu dibikin back date. Komposisi tetap empat pihak. Karena kasus wisma atlet meledak, Pak Machfud berusaha hilangkan M'Sons dan Atthiyyah," kata Ronny.Menurut Ronny, saat kasus Wisma Atle terkuak, Machfud mengontaknya meminta tolong menghubungi seseorang bernama Jufri. Menurut Ronny, Jufri adalah orang yang kerap mengurus surat dan mencari notaris bisa membuat akta tanggal mundur, serta menghilangkan nama Athiyyah dan Munadi (pemilik PT M'Sons Capital).Ronny mengatakan, salah satu alasan mengubah akta PT DCL adalah karena pernyataan Muhammad Nazaruddin setelah kasus Wisma Atlet terungkap. Saat itu Nazaruddin mengaku ada uang korupsi proyek Hambalang dipakai buat memenangkan Anas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat."Jufri cari notaris. Ketemu, tapi mintanya mahal, Rp 600 jutaan. Saya enggak mau, enggak jadi. Saya kasih kartu nama, beberapa minggu kemudian notaris telepon. 'Ibu mau berapa saja. Kan lagi sakit ibunya.' Notarisnya Ibu Nelly," lanjut Ronny.Ronny mengatakan, biaya pembuatan akta bertanggal mundur itu menghabiskan Rp 20 juta, setelah proses tawar-menawar. Dia juga mengaku mengantar langsung surat-surat kepada Atthiyah."Saat itu, saya di kantor, Pak Machfud di Hong Kong. Dia nelepon saya, 'Pak Ronny tolong antar surat ke Bu Atthiyyah.' Ditandatangani surat pengunduran diri. Di rumah Anas, Duren Sawit," ucap Ronny.

Rekomendasi