Kursi prioritas kerap diduduki laki-laki sehat, ini kata PT KJC

Aksi dua pemuda di atas KRL menuai berbagai kecaman di media sosial.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Kursi prioritas kerap diduduki laki-laki sehat, ini kata PT KJC
Pemuda duduk di bangku prioritas KRL. ©2014 Merdeka.com

Aksi dua pemuda di atas kereta commuter line Jabodetabek dihujat di media sosial. Mereka enggan memberikan kursi prioritas di KRL pada dua tunanetra.Dua pemuda itu enteng saja mengusir tunanetra agar duduk di kursi biasa. Mereka pun melanjutkan tidurnya.Manajer Komunikasi PT KAI Commuter Jakarta (KCJ), Eva Chairunissa mengatakan, kursi yang diletakkan di ujung gerbong memang diprioritaskan untuk penyandang disabilitas, ibu hamil, dan orang tua. Namun, ada kalanya kursi tersebut dipakai orang-orang sehat.Akan tetapi, penggunaan kursi tersebut untuk penumpang normal dibolehkan selama gerbong kosong. Jika kondisi gerbong dalam keadaan penuh, petugas pun bakal mereka melarang duduki kursi khusus itu."Pada saat sepi memang ada penumpang duduk di sana. Kalau penuh tidak diperkenankan, selama ini memang terus menerus petugas kami di dalam KRL memberikan peringatan pada mereka," ujar Eva saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (25/8).Untuk mencegah penumpang sehat duduk di kursi prioritas, PT KCJ sebenarnya sudah memasang papan peringatan, hingga pengumuman melalui pengeras suara secara terus menerus. Teguran petugas merupakan langkah paling terakhir jika tetap ditemukan penumpang normal duduk di kursi tersebut.Namun, petugas pun tidak dapat berkeliling setiap menit untuk menggugah kesadaran para penumpang sehat. Sebab, mereka sudah memiliki tugas berat selama berada di dalam gerbong."Kita mohon juga dari penumpang kesadarannya. Kami sudah melengkapi dengan papan, pengumuman suara sudah dilakukan. Tapi balik lagi di penumpangnya, memang kalau ada prioritas sebaiknya tidak duduk di situ," pintanya.

Rekomendasi