Eks sopir Nazaruddin ngotot antar uang USD 1 juta buat Anas

Kesaksian Heri bertolak belakang dengan Yulianis yang juga bersaksi di sidang Anas, Senin lalu.

Aryo Putranto Saptohutomo
Eks sopir Nazaruddin ngotot antar uang USD 1 juta buat Anas
Sidang Anas Urbaningrum. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Heri Sunandar, mantan sopir Muhammad Nazaruddin berkeras pernah mengantarkan uang USD 1 juta buat Anas Urbaningrum. Dia pun menampik kesaksian mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, dan menyebut duit itu bukan buat Ketua DPR, Marzuki Alie.Menurut penjelasan Heri saat bersaksi dalam sidang Anas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hari ini, dia mengatakan Yulianis pernah menyuruhnya mengantar uang ke rumah Anas di Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia bahkan mengaku ikut membantu mengemas duit bersama seorang pesuruh Grup Permai bernama Makmur."Di situ Ada Ibu Rosa (Mindo Rosalina Manulang), Bu Yulianis, dan ada orang keuangan. Bu Rosa kalau seingat saya pada waktu itu nanya, 'lagi apa Pak Her?' Saya jawab, 'biasa bu mau mengantar kue. Biasa Duren Sawit," kata Heri, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (21/8)."Kue itu apa?," tanya jaksa Ahmad Burhanuddin."Kue itu uang," jawab Heri.Heri menjelaskan, yang dia maksud dengan Duren Sawit adalah Anas. Menurut dia, duit buat mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu dibungkus di kardus. Tetapi menurutnya, fulus itu tidak diterima langsung oleh Anas, melainkan melalui sopirnya, Yadi. Penyerahan duit itu pun tidak dilakukan di rumah Anas, melainkan di rumah makan Soto Ambengan Pak Sadi, di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan."Ngobrol biasa aja. Ngobrol, makan. Makan dulu deh, setelah makan, enggak lama langsung. Karena uang masih di mobil yang saya bawa. Langsung titip ini buat bapak. Karena maksudnya tujuannya buat Pak Anas. Titip ke bapak, maksudnya bos Pak Yadi," sambung Heri.Anehnya, menurut Heri pemberian uang itu dilakukan sesudah Kongres Partai Demokrat pada 2010. Jika dibandingkan dengan kesaksian Yulianis, keterangan Heri menjadi bertolak belakang.Jika merunut pada keterangan Yulianis pada sidang Senin lalu, uang sejumlah itu diberikan kepada Marzuki Alie. Yulianis menjelaskan, uang itu diberikan Nazaruddin kepada Marzuki Alie terkait pembahasan proyek kilang Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) bekerja sama dengan Pertamina di Tuban, Jawa Timur. Dia mengatakan duit itu disimpan dalam kotak seukuran kardus mi instan dan dibungkus kain batik.

"Uangnya diantar oleh ajudan pak Nazaruddin, Iwan," ujar Yulianis saat bersaksi pada Senin lalu.

Rekomendasi