Mungkin ini sungguh jadi kabar gembira untuk dunia medis Indonesia. Sebabnya, seorang dokter gigi dan dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ika Dewi Ana DDS., Ph.D, menemukan formula obat baru bernama Gama-CHA.Ika mengatakan, penemuannya ini berhasil setelah melakukan penelitian selama 15 tahun. Wanita yang sudah bisa disebut sebagai pakar ini pertama kalinya memamerkan karyanya di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (18/8).Bagaimana ceritanya? Berikut beberapa fakta serbuk penambal tulang dan gigi karya lulusan UGM, seperti dirangkum merdeka.com, Selasa (19/8) pagi:
Advertisement
Bisa perbaiki jaringan tulang dan gigi
Saat memamerkan serbuk karyanya itu, Ika menegaskan, obat yang dinamakan Gama-CHA itu mampu memperbaiki jaringan tulang dan gigi hingga identik seperti sedia kala."Mengapa dia identik? Jadi produk-produk ini memakai campuran keramik dan polimer. Gama-CHA, diproses sesuai suhu tubuh. Kristalisasinya sesuai dengan tulang. Produk ini seperti bubuk," kata Ika.
Advertisement
Dijual Rp 500 ribu dan bisa digunakan para dokter gigi
Ika yang juga berprofesi sebagai dokter gigi itu juga ingin menerapkan obat buatannya kepada para dokter gigi seluruh Indonesia. Bahkan obat yang berupa serbuk ini akan dijual dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 500 ribu."Ini tujuan kita, agar lebih terjangkau di masyarakat. Nantinya para dokter gigi juga akan diterapkan produk ini," ujarnya mantap.
Advertisement
Lebih cepat memacu perkembangan sel dalam tubuh
Wanita yang pernah meraih gelar Ph.D dari Universitas Kyushu Jepang ini menjelaskan, produk temuannya ini lebih cepat memicu berkembangnya sel. Sebab, selama dua bulan sudah bisa terbentuk."Kalau penelitian ini, dua bulan sudah terbentuk asli. Memicu regenerasinya lebih cepat," kata dia.
Advertisement
Belum temukan efek samping pada tubuh
Selama penelitian, kata Ika, obat ini sudah diuji coba kepada binatang dan manusia. Maka dari itu, mahasiswa Kedokteran Gigi UGM angkatan 1987 ini yakin tidak ada efek samping dalam produknya ini."Secara teori belum ada. Ini kan sudah dicoba ke binatang kecil, besar seperti kambing dan manusia," ujar dia.
Advertisement
Ingin menembus target penjualan Rp 5 miliar perbulan
Menurut Ika, rencananya obatnya itu akan dipasarkan oleh perusahaan BUMN Kimia Farma. Direktur Riset dan Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Rusdi Rosman mengatakan, pihaknya optimistis dan menargetkan penjualan hingga Rp 5 miliar per bulan."Target kita awal, dari Gama-CHA ini targetnya sebulan Rp 5 miliar. Paling strategis pakai jaringan Kimia Farma. Karena di sini ada dokter giginya," ucap Rusdi.Senada dengan Ika, Rusdi menganggap obat ini akan membantu program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) oleh pemerintah. Sebab harganya yang terjangkau dibandingkan produk lain."Ini akan membantu BPJS. Harga yang kita launching Rp 500 ribu," ujarnya.
Advertisement
Sudah halal dan diminati sampai negara di Timur Tengah
Direktur Riset dan Pengembangan Bisnis Kimia Farma, Rusdi Rosman mengatakan bahwa produk ini sudah diminati banyak negara di Timur Tengah. Sebabnya, negara-negara Arab tersebut meyakini kadar halal dalam produk temuan Ika ini."Ini sudah halal," kata Rusdi Rosman di lokasi yang sama.