Tinggal di daerah yang sama sekali tak ramah lingkungan, membuat pria muda ini tergerak untuk peduli terhadap lingkungan. Ia adalah Bayu Sutrisno, tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Tanjung Priok dikenal sebagai wilayah lalu lalangnya kendaraan trailer dan truk setiap detiknya. Hal ini memberikan dampak pencemaran udara maupun tanah. Selokan-selokan pun juga dipenuhi sampah."Karena gue tinggal di Tanjung Priok, dan jujur di sana seperti sudah jadi kebiasaan kalau lingkungan kotor dan sampah," katanya saat dihubungi melalui pesan elektronik, Kamis (14/8).Sejak duduk di SMA, Bayu telah tergabung dalam organisasi Teens Go Green, Karang Taruna di RW tempat tinggalnya, dan World Merit. Hingga saat ini, ia masih aktif dalam organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan tersebut.Salah satu kontribusinya dalam lingkungan, yaitu mengkampanyekan "Stop Penggunaan Styrofoam" sebagai wadah makanan. Untuk mengkampanyekan gerakan ini ia mensosialisasikannya melalui media sosial, roadshow ke berbagai sekolah, dan membuat event bersama Ancol, LSM Kehati (Keanekaragaman Hayati), dan Terangi (Yayasan Terumbu Karang Indonesia). Styrofoam adalah salah satu benda yang susah terurai. Butuh ratusan tahun agar benda rapuh ini hancur. Kandungan zat karsinogen-nya juga akan menempel pada makanan panas yang dapat menimbulkan kanker.Berangkat dari hal tersebut, dalam kehidupannya sehari-hari ia kerap mencontohkannya kepada orang terdekat. Ia sedang sibuk mengkampanyekan penggunaan "Stop Penggunaan Styrofoam" kepada para pedagang.Sikapnya ini terkadang membuat orang sekitarnya risih. Tak jarang saat di kantor ia sering menjadi bahan ledekan akibat sifatnya yang 'Anti Styrofoam'. Awalnya, orang-orang di kantor sering memesan makanan dengan kemasan styrofoam, akhirnya ia mengkampanyekan gerakannya kepada rekan-rekan kerja. Walaupun tak langsung berbuah manis, ia hanya berharap rekan-rekannya sadar akan isu tersebut."Menyuarakan itu (gerakan stop styrofoam) di lingkungan kantor walaupun dan sampai sekarang masih diejek, dan jika ada makanan dengan wadah styrofoam ya gue nggak makan," tuturnya.Pria yang lahir 21 tahun lalu ini berharap agar masyarakat Indonesia memiliki gaya hidup ramah lingkungan. Di antaranya, penggunaan listrik dengan bijak, membawa tempat makanan dan minuman, dan mengurangi konsumsi barang yang menghasilkan sampah terutama styrofoam."Alhamdulillah gue ngelihat semakin banyak anak muda yang sadar pentingnya lingkungan hidup ini," tambahnya.Selain peduli dalam penggunaan styrofoam, ia juga pernah membersihkan taman margasatwa Muara Angke setelah bencana banjir melanda Jakarta. Selain itu, ia aktif dalam kampanye lingkungan di 30 sekolah se-Jabodetabek.
Bayu Sutrisno sosok merdeka pilihan mu?
Let's vote -> sosok.merdeka.com