Sri Sulistyorini merupakan seorang pengusaha bawang goreng. Bisnis itu ia jalankan di rumahnya yang beralamat di Desa Madigondo, Grogol, Sukoharjo.
Sebelum menjadi pengusaha bawang goreng, Sri Sulistyorini bekerja sebagai pembantu di Jakarta. Namun uang yang ia tabung dari hasilnya bekerja itu hampir semuanya digunakan untuk membayar utang ibunya.
Kini dia telah kembali ke kampung halamannya di Sukoharjo untuk membangun bisnis kerupuk. Ia pun harus berjuang keras untuk membangun bisnis itu.
Berikut kisah suksesnya:
Advertisement
Memutuskan Balik ke Sukoharjo
Sebenarnya penghasilan yang Sri Sulistyorini sebagai pembantu cukup lumayan dan bisa menghidupi keluarganya sehari-hari. Namun anaknya yang nomor dua butuh perhatian lebih sehingga ia memutuskan untuk pulang ke Sukoharjo demi mengurus anaknya.
Di Sukoharjo, ia memulai usaha dengan membuat berbagai produk makanan seperti bawang goreng, galantin, hingga sambel pecel, yang dititipkan di warung-warung.
“Guru-guru anak saya itu pada suka sama bawang gorengnya. Terus bikin satu toples kok ternyata laku. Terus saya bikin beberapa toples gitu sambil menjemput anak sekolah. Anak saya pulang sekolah, saya ajak jualan dulu keliling,” kata Sri Sulistyorini dikutip dari kanal YouTube Rajarasa Channel.
Advertisement
Perjuangan Berjualan Bawang Goreng
Pada awalnya, perjuangan Sri Sulistyorini menjual bawang goreng memang tidak mudah. Apalagi ia juga harus mengurus anaknya yang masih kecil. Oleh karena itu ia memanfaatkan waktu kosongnya untuk membuat bawang.
“Bahkan saya sampai malam hari mengupas bawang itu sampai dibawa tidur. Terus paginya waktu anak-anak masih tidur itu sudah merajang bawang,” kata Sri.
Pada awalnya usaha itu ia lakukan sendiri, mulai dari mengupas bawang secara manual hingga mengemasnya ke dalam toples.
Advertisement
Sempat Dikira Ikut Pesugihan
Saat usahanya berkembang, Sri menggunakan uang pendapatannya untuk membangun rumah. Justru di saat inilah beberapa orang mengira ia ikut pesugihan.
“Orang cuma jualan bawang goreng sudah bisa beli rumah beli motor, tidak mungkin kalau tidak pakai apa-apa. Pasti pakai apa-apa,” kata Sri menirukan omongan orang yang pernah ia dengar sendiri.
Bagi Sri, setiap usaha itu perlu ketekunan dan kerja keras. Selain itu, ia memberi saran agar para pengusaha pemula untuk tidak cepat putus asa karena semua hal di dunia ini tidak ada yang instan.