Kementerian Kesehatan telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara yang terinfeksi virus ebola. Setelah WHO menetapkan ebola sebagai Health Emergency of International Concern, Kemenkes telah bersiaga dan melakukan koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Kesehatan di negara-negara tersebut."Jadi pengunjung yang berasal dari negara-negara yang sudah terinfeksi itu betul dibatasi. Tadi Kementerian Hukum dan HAM juga sudah mengatakan bahwa visanya akan diperketat dan dilihat apakah betul tidak sakit," ujar Menkes Nafsiah Mboi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/8).Nafsiah mengatakan semua negara-negara anggota WHO sudah memiliki peraturan internasional terkait penyebaran virus tersebut. Termasuk Indonesia, yang kini telah mengambil langkah dengan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, selain pembatasan masuknya WNA yang berasal dari negara terinfeksi."Negara-negara itu sendiri sudah melakukan containment. Kita sendiri secara internal, pertama surveillance kita tingkatkan, sosialisasi kepada seluruh masyarakat terutama yang mau ke Saudi ya yang kita banyak hubungi," ujarnya.Nafsiah mengaku telah melakukan sosialisasi terhadap WNI yang ingin melakukan perjalanan ke Saudi Arabia dan Nigeria. Menurut Nafsiah, pihaknya juga telah menyiapkan RS terkait jika WNI terinfeksi virus ebola itu."Sosialisasi pada mereka yang akan ke sana maupun mereka yang akan masuk. Rumah sakit sudah kita siapkan," ujarnya.Nafsiah menambahkan, pihaknya fokus mengatasi virus itu bagi WNI yang akan menunaikan ibadah haji ke Saudi Arabia. Menurutnya, Kemenkes Saudi telah menjamin kesehatan jemaah haji di sana."Concern terbesar kita adalah mereka yang akan haji. Tapi kita kontak terus menkes mereka dan selama ini menkes saudi sudah menjamin precautions telah diambil agar tidak menyebabkan masalah di musim haji," pungkasnya.
Warga dari negara terinfeksi ebola dibatasi masuk Indonesia
"Visanya akan diperketat dan dilihat apakah betul tidak sakit," ujar Menkes Nafsiah Mboi.
Rekomendasi