Ini cara kerja para pemeras TKI di Bandara Soekarno-Hatta

Komplotan ini bekerja sama dengan para sopir taksi gelap di bandara.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Ini cara kerja para pemeras TKI di Bandara Soekarno-Hatta
Arus mudik di Bandara Soekarno Hatta. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Sidak yang dilakukan KPK, Bareskrim Polri dan sejumlah instansi lain di Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap sejumlah orang yang kerap melakukan pemerasan terhadap para TKI. Begini modus yang dilakukan para pelaku saat beraksi.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto dalam pesan singkatnya di Jakarta, Minggu (27/7) menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap 15 warga sipil yang ditangkap saat sidak, ada tiga orang yang berperan menawarkan jasa angkutan kepada TKI yang baru datang dari luar negeri untuk pulang ke tempat tujuannya."Apabila setuju dengan biaya tertentu, selanjutnya oknum tersebut menghubungi taksi gelap (15 yang ikut terjaring di depan terminal 2D) yang ada di tempat parkir bandara. Dan dari sopir taksi gelap tersebut kemudian memberikan tip kepada oknum dimaksud sebagai jasa mencarikan penumpang," jelas Rikwanto.Mengenai pelaku yang berada di area conveyor tempat mengambil bagasi, Rikwanto mengatakan, orang itu pernah bertugas di area itu pada tahun 2007 dan sudah dikenal oleh petugas-petugas di bandara. "Pada saat terjaring, belum ada transaksi jasa angkutan antara oknum dengan TKI, karena TKI-nya belum datang," imbuhnya.Untuk penyelidikan lebih lanjut, polisi akan memeriksa CCTV yang ada di lokasi yang diduga pernah terjadi pemerasan terhadap TKI yang diduga dilakukan oleh kelompok tersebut. Kemudian meminta kepada TKI yang mungkin pernah menjadi korban pok ini untuk melapor ke Polda atau Polres Bandara. "Melakukan koordinasi dengan pihak bandara untuk melakukan patroli bersama dan meminta kepada pihak Bandara untuk melaporkan bila ada praktik-praktik spt itu kembali," pungkas Rikwanto.

Rekomendasi