Operasi KPK-Bareskrim ungkap ada WNA Slovenia diperas di bandara

Menurut Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suhardi Alius, praktik korupsi terjadi di etalase awal masuk Indonesia.

Wahid Chandra Daulay
Oleh Wahid Chandra Daulay - Reporter
Operasi KPK-Bareskrim ungkap ada WNA Slovenia diperas di bandara
KPK sidak bandara soekarno hatta. ©2014 merdeka.com/wahid chandra daulay

Beberapa lembaga, antara lain KPK, UKP4, Bareskrim Polri dan Polres Jakarta Barat, PT Angkasa Pura II, Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, dan BNP2TKI, malam ini melakukan sidak di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dalam operasi, tim gabungan baru berhasil mengamankan 14 terduga pelaku pemerasan, pungutan liar, dan praktik calo kepada para Tenaga Kerja Indonesia.Menurut Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suhardi Alius, praktik korupsi terjadi di etalase awal masuk Indonesia. Dalam operasi tersebut, ada petugas kepolisian yang ditangkap. "Dari beberapa oknum memang pernah bekerja di sini. Oknum kepolisian pernah dinas di sini. Jadi dia punya akses seolah bisa keluar masuk. Oleh karena itu, kita benar-benar bisa bekerja di sini," ujar Suhardi Alius dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu dinihari (26/7).Suhardi juga mengungkapkan cerita mengenaskan bahwa korban pemerasan bukan hanya WNI. Ada juga warga negara asing yang jadi korban."Faktanya korban WNA dari Slovenia," ujar Suhardi Alius. Menurut Ketua KPK, Abraham Samad, operasi malam ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi para TKI. "Mereka kan sudah bekerja banting tulang, jauh dari keluarga, tapi masih diperlakukan seperti itu," ujar Samad.

Rekomendasi