Warga dan Brimob bentrok,pintu tol Karawang Timur & Barat lumpuh

Imbas dari adanya pemblokiran jalan, tidak ada kendaraan yang bisa keluar dan masuk ke dalam tol melalui pintu tersebut.

Jatmiko Adhi Ramadhan
Oleh Jatmiko Adhi Ramadhan - Reporter
Warga dan Brimob bentrok,pintu tol Karawang Timur & Barat lumpuh
Mahasiswa STAIN bentrok. ©2014 Merdeka.com

Warga tiga desa di Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, menggelar demonstrasi untuk menolak eksekusi tanah yang rencananya dilakukan hari ini. Mereka pun melakukan pemblokiran akses masuk lokasi eksekusi untuk mencegah adanya penggusuran lahan milik warga.Menurut petugas informasi tol, Erika, imbas dari adanya pemblokiran jalan oleh warga yang merupakan akses pintu masuk dan keluar tol Karawang Timur dan Karawang Barat adalah tidak adanya kendaraan yang bisa keluar dan masuk ke dalam tol melalui pintu tersebut."Karena akses masuk dan keluar pintu tol Karawang Timur dan Karawang Barat diblokir oleh massa yang menolak penggusuran akhirnya seluruh kendaraan yang ingin masuk dan keluar dialihkan melalui pintu lain," ujar Erika saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (24/6).Erika mengatakan bahwa pemblokiran jalur oleh massa tersebut tidak mengganggu lalu lintas yang ada di dalam tol itu sendiri. Menurutnya aktivitas pemblokiran hanya berada di luar jalan tol Karawang saja tidak sampai masuk ke dalam tol."Lalu lintas dalam tol masih terpantau lancar, massa hanya menutup akses masuk dan keluar saja jadi tidak sampai mengganggu lalu lintas tol Karawang. Namun untuk kendaraan yang mau keluar melalui pintu tol itu harus dialihkan menuju pintu lain," pungkas Erika.Sebelumnya, warga dan aparat Brimob bentrok di kawasan Interchange dekat pintu tol Karawang Barat. Bentrokan tersebut terjadi karena warga menolak pihak eksekutor dan brimob masuk ke area sengketa. Bentrokan pun pecah sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (24/6).

Rekomendasi