Tolak eksekusi lahan, warga Karawang bentrok dengan Brimob

"Bentrok ribuan Brimob melawan petani," ujar anggota serikat Petani Karawang (Sepetak) Hilal Tamami.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Tolak eksekusi lahan, warga Karawang bentrok dengan Brimob
Ilustrasi bentrokan ©REUTERS

Ribuan warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani pagi ini terlibat bentrokan dengan aparat Brimob. Bentrokan tersebut terjadi di kawasan inter change, dekat pintu Tol Karawang Barat."Tadi sekitar pukul 10.30 WIB bentrokan pecah di inter change. Ribuan Brimob melawan petani," ujar anggota serikat Petani Karawang (Sepetak) Hilal Tamami kepada merdeka.com, Selasa (24/6).Namun saat ini bentrokan sudah mereda. Kedua kubu yang sempat saling lempar sudah saling mundur."Warga masih memblokir kawasan menuju lokasi sengketa. Warga menolak upaya eksekusi yang dilakukan petugas pengadilan yang dikawal ribuan Brimob," ujarnya.Kasus ini bermula dari sengketa lahan Warga Margamulya, Wanasari, Wanakerta Kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang dengan PT SAMP. PT SAMP mengklaim bahwa tanah pertanian seluas 77 Ha adalah miliknya. kasus pun bergulir ke pengadilan."Namun putusan pengadilan justru memutuskan bukan 77 Ha tapi 350 Ha tanah di sekitar lokasi itu milik PT SAMP, dan hari ini akan dieksekusi," terang Hilal.Merasa ada kejanggalan, warga yang tidak terima lahan garapannya akan diambil alih lalu melakukan perlawanan. mereka memblokade pintu masuk menuju lokasi."Hari ini eksekusi sudah dibacakan dikawal ribuan Brimob. Warga pun masih menolak eksekusi," ujarnya.

Rekomendasi