Dua remaja masing-masing Raden Maheza Praja Pratama (17) dan Aura (13) yang ditemukan tewas mengenaskan di Bandung Minggu (22/6) lalu, adalah putra seorang perwira menengah di Korem 074 Warastratama Surakarta.Kapenrem 074/Warastratama, Mayor (Inf) Joko Nugroho kepada wartawan membenarkan, orang tua kedua anak yang meninggal di rumahnya, Kompleks TNI AD, Jalan Gudang Utara No 18 Bandung tersebut adalah Letkol Rudi Martiandi."Benar, Pak Rudy perwira di Korem 074, sudah 2,5 tahun ini menjabat sebagai Kasi Ops. Beliau izin pulang ke Bandung, kemarin pagi," ujar Joko, Senin (23/6).Joko menjelaskan, pihaknya terkejut mendengar kabar tersebut. Lantaran selama ini Letkol Rudi dinilainya sebagai pribadi yang supel dan mudah bergaul dengan orang lain."Beliau itu supel, mudah bergaul. Setahu saya beliau tidak mempunyai musuh," katanya.Menurut Joko, Letkol Rudy selama bertugas di Solo tinggal bersama istri dan anaknya yang masih berusia sekitar 5 tahun. Sedangkan, dua anaknya tinggal di Bandung bersama dengan salah seorang pembantunya.Sebelumnya 3 korban pembunuhan, ditemukan di sebuah rumah perwira menengah TNI di Jalan Gudang Utara, Bandung, sekitar pukul 07.30 WIB. Mereka adalah kakak dan adik serta pembantu rumah tangga.Rumah tersebut lokasinya berada di kawasan perumahan TNI atau hanya berjarak sekitar 1 km dari Makodim 0618/BS Bandung. Berdasarkan informasi yang diperoleh merdeka.com, korban bernama Praja dan Aura serta pembantunya Acim.Aura ditemukan di dapur, Praja di kamar sedangkan Acim ditemukan di lantai dua. Yayat tetangga korban mengaku tidak menemukan hal janggal di dalam rumah sebelum kejadian.Namun dia dikagetkan ketika keluarga korban meminta bantuan karena menemukan orang seisi rumah tak bernyawa.
Letkol Rudy dikenal supel, pandai bergaul & tak punya musuh
Letkol Rudy selama bertugas di Solo tinggal bersama istri dan anaknya yang masih berusia sekitar 5 tahun.
Advertisement
Rekomendasi