Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel berang atas tewasnya Raden Maheza Praja (17), Aura dan pembantunya Acim. Praja dan Aura merupakan anak dari Letkol TNI Inf Rudi Martiandi di Bandung.
"Ini yang terjadi sesungguhnya adalah kejahatan biadab," kata Rycko di Bandung, Senin (23/6).
Pihaknya mengaku masih menyelidiki kasus tersebut. Dia juga belum bisa menyimpulkan apakah pelaku pembunuhan adalah Acim.
Pihak keluarga menurutnya masih belum bisa diperiksa lantaran kondisi psikologis yang belum memungkinkan.
"Keluarga masih fokus mengurus anaknya. Sampai sekarang kita belum bisa ambil keterangan resmi. Kita harus memahami kesedihan, keprihatinan keluarga korban," tambahnya.
Jenderal bintang satu ini berharap kasus ini bisa segera terungkap. "Kita ingin dalam waktu dekat segera tuntas perkara ini," ungkap Rycko.
Seperti diberitakan, Aura dan Praja ditemukan tak bernyawa di rumahnya Jalan Gudang Utara, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung pada Minggu (22/6) pagi. Selain Aura dan Praja, Acim yang tak lain pembantu di rumah itu juga ditemukan tewas dalam posisi tergantung pada seutas tali di tangga rumah.
Praja dan Aura mengalami luka di beberapa bagian kepala dan leher. Sedangkan Acim mengalami luka jeratan di leher seperti bekas gantung diri.