Polisi terus mendalami tewasnya Raden Maheza Praja (17), Aura dan pembantunya Acim. Praja dan Aura merupakan anak dari Letkol TNI Inf Rudi Martiandi di Bandung.
Ketiganya ditemukan tewas di rumah dinas orangtuanya, Jalan Gudang Utara, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Minggu (22/6) sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kakak dan adik itu diduga dibunuh karena terdapat luka di bagian leher dan kepala.
Sementara, Acim ditemukan tewas menggantung dengan tali di leher. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Acim.
"Hasil forensik belum saya terima, kan kemarin malam baru autopsi, kita masih dalami," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi di Lapang Tegalega Bandung, Senin (23/6).
Dia berjanji tak lama lagi tabir tewasnya anak perwira TNI ini segera terungkap. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih terus dilakukan.
"Perkembangan nanti akan saya sampaikan, mungkin hari ini," tandasnya.
Dia memastikan kejadian ini bukanlah kasus perampokan mengingat beberapa barang yang ada di dalam rumah tidak hilang. "Tidak ada barang hilang dan kerusakan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Praja ditemukan tewas dengan luka di kepala. Sedangkan Aura yang juga sudah tak bernyawa ditemukan beberapa luka jeratan di leher. Posisi Aura tidak jauh dari Acim yang tewas dengan cara tergantung.