4 Tanjakan maut rawan kecelakaan

Jalur maut itu kerap disangkut pautkan dengan kejadian mistis.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
4 Tanjakan maut rawan kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan bus. ©2014 Merdeka.com

Kecelakaan lalu lintas memang bisa terjadi di mana saja. Kebanyakan hal itu terjadi karena faktor kelalaian sang pengemudi. Namun, ada juga yang disebabkan faktor lain.Salah satu faktor lain itu, yakni persoalan kondisi jalan yang dilalui. Beberapa jalan rawan memang masih banyak dijumpai. Entah itu tikungan tajam, turunan maupun tanjakan curam.Jalur maut itu kerap disangkut pautkan dengan kejadian mistis di sekitarnya. Namun, ada juga yang karena kondisinya berbahaya.

Berikut beberapa tanjakan maut yang rawan kecelakaan seperti dirangkum merdeka.com:

Jalur Nagreg memang dikenal sebagai jalur mudik. Namun, di sana kecelakaan kerap kali mewarnai.Untuk jalur Nagreg, jalur tengkoraknya berada di sekitar turunan yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tercatat sudah berulang kali kecelakaan terjadi dan merenggut korban jiwa.Salah satu kejadiannya, yaitu saat sebuah bus Limas yang mengangkut para pemudik terlibat kecelakaan dengan sepeda motor. Akibatnya, Bus Limas dengan jurusan Jakarta-Sidareja itu terperosok ke dalam saluran air.Bus dengan nomor polisi B 7917 PW berwarna silver itu terperosok dengan ban bagian kanan masuk ke dalam saluran air di pinggir jalan.

Tanjakan Cisarakan di Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi memang dikenal rawan. Tanjakan dan turunannya tajam, sehingga banyak kecelakaan maut di lokasi ini.Salah satu peristiwa yang menghebohkan, yakni saat sebuah mobil minibus Mitsubishi yang mengangkut penumpang rombongan pengajian, masuk jurang akibat tertabrak mobil Isuzu Elf mikro minibus.Akibatnya, dalam kejadian ini terdapat korban meninggal 2 orang, korban luka berat 11 orang, dan korban luka ringan 16 orang. Sebanyak 5 orang korban yang mengalami luka berat dirujuk ke RS Bunut, namun ditengah perjalanan satu korban meninggal dunia.

Bila Anda masuk ke Kota Semarang dari arah Selatan, Anda akan melewati Tanjakan "Gombel". Nama "Gombel" menurut sejarah muncul saat Kiai Pandan Aran berziarah di sebuah makam di Gunung Jabalkat.Di balik keindahan pemandangan di Gombel, terdapat mitos yang berkembang di masyarakat bahwa masalah-masalah yang terjadi di kawasan Gombel berkaitan dengan hal gaib. Penduduk setempat percaya bahwa ada Wewe Gombel (hantu perempuan) dan makhluk lainya penunggu bukit.Penduduk sekitar percaya, saat terjadi bencana longsor ataupun kecelakaan, makhluk-makhluk gaib tersebut sedang marah akibat daerah pertapaannya diganggu. Konon, di tanjakan Gombel ini sering terlihat hantu Wewe yang menggoda pengemudi kendaraan yang melintas.Pada masa lalu, di tanjakan ini memang sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa maupun luka-luka. Kejadiannya mulai dari secara sengaja hantu mengenakan gaun rok panjang warna putih gading menabrakkan diri, menyeberang secara mendadak maupun melambaikan tangan di pinggir jalan menanjak itu.Disebut Wewe gombel karena kejadian ini terjadi di daerah Gombel, Semarang. Jika kita berkendaraan dari arah Jatingaleh ke arah Banyumanik, maka akan terlihat jalan penyelamatan kecelakaan berbentuk tanjakan kecil naik sekitar 75 derajat berisi material pasir. Di titik itulah konon letak lokasi Wewe Gombel berada. Beberapa orang menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi kerajaan hantu.

Bila suka berjalan-jalan ke daerah Ciater, Bandung, pasti Anda biasa mendengar jalur 'Tanjakan Emen'. Jalur ini memang dikenal rawan kecelakaan.Lokasi yang dikenal pernah 'renggut' empat nyawa warga negara Taiwan, Oktober tahun 2012 lalu. Waktu itu, bus Pariwisata Dian Mitra nomor polisi AA 1486 TP yang mengangkut 23 orang warga negara Taiwan mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang Jawa Barat. Sebelum terbalik, bus yang dikemudikan Juniato menabrak sepeda motor yang dikemudikan Muhammad Dirmansyah.Akibat kecelakaan tersebut, empat WN Taiwan tewas dan belasan lainnya luka-luka. Naasnya tiga Orang terjepit badan bus dan dilaporkan meninggal dunia di lokasi dan satu korban lagi meninggal di rumah sakit.Selain itu, baru-baru ini sebuah bus rombongan SMA Al-Huda Cengkareng, Jakarta Barat, juga di lokasi serupa. Akibatnya, delapan orang tewas dalam kejadian itu.Menurut penuturan Kapolres Subang, AKBP Chiko Ardwiato, peristiwa itu bermula saat bus berisi 54 penumpang melaju dari arah Jakarta menuju Bandung. Entah apa penyebabnya, lanjut dia, saat melewati jalur menurun sopir bus bernomor polisi B 7529 YB itu kehilangan kendali dan menabrak sebuah mobil Toyota Kijang LGX bernomor T 1118 TK."Pas berpapasan sudah enggak bisa menghindar. Bus menabrak Kijang dan banting setir ke kanan masuk ke kebun teh," kata Chiko saat dihubungi merdeka.com melalui telepon seluler, Selasa (17/6).Chiko mengatakan, dalam mobil Kijang itu berisi lima orang. Akibat kecelakaan itu semua penumpang dalam Kijang mengalami luka ringan. Justru penumpang bus mengalami nasib nahas. Delapan orang penumpangnya meninggal.

Rekomendasi