Beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu Perdana Menteri Australia Tony Abbott di Batam. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menjelaskan pertemuan dua petinggi negara tersebut membahas isu penyadapan dan suaka yang membuat dua negara sempat bersitegang."Intinya kan yang dibahas masalah hubungan bilateral, namun juga menyikapi perkembangan masalah pencari suaka dan masalah kode perilaku, code of conduct yang menyangkut masalah penyadapan. Dalam kaitan ini memang kedua Menlu diminta Bapak Presiden dan perdana menteri untuk melanjutkan pembahasan," kata Marty di Istana Presiden, Jakarta, Senin (9/6).Menurut Marty, masalah penyadapan mempengaruhi sejumlah kerja sama antar negara. Setidaknya ada tiga kerja sama yang ditangguhkan menyusul mencuatnya isu penyadapan yang dilakukan pihak Australia kepada sejumlah pejabat tinggi Indonesia."Di bidang intelijen, bidang coordinated patrol, dan kerja sama latihan gabungan. Itu semua masih dihentikan sampai ada kemajuan pembahasan code of conduct," lanjutnya.Hingga saat ini Indonesia masih menunggu tanggapan dari Australia. Sebelum pertemuan di Batam kemarin, kedua pihak telah membahas beberapa kali sejak April kemarin."Sebenarnya intinya ada di pundak Ausie, bisa menunjukkan sikap konstruktif masalah penyadapan dan juga masalah garis batas," terang Marty.
Pertemuan SBY-Abbott membahas penyadapan, keputusan ada di Ausie
Isu penyadapan mempengaruhi sejumlah kerja sama antar negara, seperti bidang intelijen dan latihan gabungan.
Baca Juga
SBY Sebut UMKM Fondasi Ekonomi Nasional
Rekomendasi