Aparat kepolisian Tegal berhasil meringkus Samai alias Ropii (45), pelaku pencabulan terhadap ratusan anak-anak. Dari hasil penyelidikan, tersangka mengaku memperlihatkan aksi sulap mengubah daun menjadi uang kepada korban sebelum melakukan perbuatan bejatnya.Kapolres Tegal, AKBP Tommy Wibisono mengungkapkan, setelah memperagakan aksi sulap, Samai kemudian menawarkan bocah yang menjadi korbannya tersebut untuk belajar. Namun, hal itu tidak diberikan secara cuma-cuma, anak tersebut harus memenuhi syarat yang ditentukan pelaku, yakni memenuhi hasrat seksualnya."Sebelum beraksi, pelaku ini berjanji akan mengajari korbannya mengubah uang dari daun. Syaratnya itu, harus melakukan onani dan seks oral," ungkap Tommy di Mapolres Tegal, Jawa Tengah, Minggu (11/5).Tak hanya itu, selain menjanjikan untuk mengajari sulap, Samai juga memberikan beberapa benda kepada para korbannya. Benda-benda tersebut antara lain tasbih, cincin dan ember.Sebelumnya, Samai alias Ropii (45), warga Desa Lebaksiu Lor RT 02 RW 02 Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal diringkus Kepolisian Resor Tegal. Penangkapan dilakukan setelah salah satu korbannya berinisial EM kepada polisi.Dari pengakuan korban EM, perbuatan Samai dilakukan pada Maret 2014 di tepi sungai di Desa Kambangan, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Di hadapan penyidik, Samai mengaku sedikitnya telah menyodomi ratusan anak-anak di tepi sungai.
Ajari sulap daun jadi uang, modus Samai sodomi ratusan bocah
Meski berjanji mengajari, Samai meminta korbannya memenuhi beberapa syarat, yakni memenuhi hasrat seksualnya.
Rekomendasi