Ibu Dimas berharap putranya jadi korban terakhir di STIP

Komunikasi terakhir dengan putranya berlangsung Jumat (25/4) malam sekitar jam 20.00 WIB.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Ibu Dimas berharap putranya jadi korban terakhir di STIP
foto korban STIP. ©2014 merdeka.com/yan muhardiansyah

Rukita Harnayanti, ibu Dimas Dikita Handoko (19), taruna yang tewas akibat penganiayaan senior di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta, berharap kejadian yang menewaskan putranya tidak boleh terulang lagi. Kejadian itu harus menjadi yang terakhir di lembaga pendidikan itu."Saya berharap ini yang terakhir," kata Rukita kepada wartawan, Sabtu (26/4) malam.Dia mengatakan, komunikasi terakhir dengan putranya berlangsung Jumat (25/4) malam sekitar jam 20.00 WIB. Dia menyatakan akan pesiar dan menemui Rukita yang membawakannya rendang dan sepatu. "Tapi dia bilang, bentar Mi, nanti jam 12. Ada perlu dengan senior ini," jelasnya.Setelah itu, telepon ke Dimas tidak diangkat dan SMS tidak dibalas. "Belakangan saya dapat kabar dari polisi, kejadiannya seperti ini," jelas Rukita.Seperti diberitakan Dimas tewas karena dianiaya seniornya di STIP Marunda Jakarta, Sabtu (25/4). Selain dia,  6 rekannya juga turut mengalami tindak kekerasan.

Rekomendasi