Polisi buru 3 wanita kasus pemalsuan dana pensiun di BTPN

Mereka sudah pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah Palembang. Dua di antaranya berstatus sebagai PNS.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Polisi buru 3 wanita kasus pemalsuan dana pensiun di BTPN
Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com

Jajaran Polda Sumatera Selatan (Sumsel) tengah memburu tiga wanita yang diduga pembuat identitas palsu untuk mengajukan pinjaman dana pensiun di BTPN KCP Palembang, Kamis (24/4) kemarin. Mereka disinyalir sudah pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah Palembang. Dua di antaranya berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS).Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel melalui Kasubdit III AKBP Kristovo mengatakan, ketiga wanita tersebut berinisial Yn, Zh, dan Wl. Identitas ketiganya didapat dari keterangan Iwan dan Nurbaiti, tersangka yang berhasil diamankan saat kejadian."Yn adalah otak dari pemalsuan surat untuk mencairkan uang pinjaman dana pensiunan. Sementara peran kedua wanita yang lain masih belum diketahui. Dua di antara mereka berstatus PNS," kata Kristovo kepada merdeka.com, Jumat (25/4).Menurut Kristovo, berdasarkan keterangan Iwan, saat kejadian ketiga wanita itu berada di mobil jenis Daihatsu Terios warna putih yang diparkir di sekitar lokasi. Ketika dua temannya diciduk, mereka langsung kabur."Kami sudah tahu alamat mereka masing-masing. Sekarang masih dicari. Kami nyatakan, ketiganya buron," kata dia.Dia menambahkan, saat ini baru tersangka Iwan yang ditahan. Sedangkan tersangka Nurbaiti diizinkan pulang karena berstatus sebagai guru di salah satu SD di Palembang. Meski demikian, Nurbaiti tetap dipantau agar tidak melarikan diri."Para pelaku dijerat pasal penipuan. Mungkin saja, dua yang sudah ditangkap dan tiga yang masih buron hanya segelintir dari sindikat yang lain," pungkasnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Sumsel menciduk Iwan dan Nurbaiti di Kantor BTPN KCP Palembang setelah mendapat laporan dari pegawai bank tersebut, Kamis (24/4).Penangkapan mereka karena memalsukan identitas seperti KTP, KK, dan surat pensiun untuk mengajukan pinjaman dana pensiun sebesar Rp 55 juta. Identitas Iwan diganti Haeder, pensiunan PNS yang sudah meninggal dunia yang tak lain suami Yn.Atas jasanya itu, pelaku mengaku dijanjikan upah cukup menggiurkan jika pinjaman berhasil diterima. Sedangkan Nurbaiti yang mengaku keluarganya yang turut mendampingi saat meminjam, akan diberikan upah tersendiri dari Yn.

Rekomendasi