Kabar mengenai proses pencairan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 simpang siur. Mulai dari area pencarian yang berubah-ubah, temuan diduga pintu, tapi ternyata kayu, hingga adanya penemuan jenazah di Selat Malaka. Perdana Menteri Malaysia Tun Najib Razak kena getahnya, lantaran dianggap lamban dalam menjelaskan informasi terbaru soal nasib pesawat berpenumpang 239 orang itu.Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa meminta semua pihak menahan diri. Termasuk juga keluarga penumpang dari Indonesia. Dia menilai kabar yang beredar terlalu banyak, dia menyarankan agar menunggu keterangan resmi pemerintah Malaysia yang memimpin pencarian."Kita semua harus menerapkan kehati-hatian informasi yang ternyata tidak berdasarkan fakta. Biarkan otoritas Malaysia memastikan kebenaran informasi tersebut," ujarnya seusai rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/3).Kemenlu sampai sekarang memastikan terus mendampingi sanak famili penumpang maskapai pelat merah Negeri Jiran itu. Marty mendapat laporan, beberapa orang akhirnya tidak lagi memantau kabar langsung di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia."Ada yang kembali ke Jakarta, ada yang ke Medan sementara menunggu perkembangan lebih lanjut dari Kuala Lumpur. Apapun intinya menjadi pilihan keluarga di mana mereka akan memantau perkembangan ini, akan didukung pemerintah," kata Marty.Indonesia sampai sekarang siap membantu apapun yang dibutuhkan buat menyokong proses pencarian. Bahkan, bila nanti otoritas Malaysia meminta pencarian memasuki wilayah negara ini, Kemenlu mengaku akan mengizinkan."Semakin banyak negara bekerja sama untuk mengupayakan penemuan pesawat tersebut, sehingga saya rasa ini menjadi keputusan dari pemerintah Indonesia dan akan kita teruskan," tandasnya.Dalam perkembangan terakhir, sesosok mayat tak dikenal ditemukan mengapung di perairan di Selat Malaka, Rabu (12/3). Berdasarkan pakaian yang dikenakannya, jasad itu diduga bukan nelayan. Jenazah ditemukan nelayan di koordinat 03-19-48 LU 99-43-50 BT perairan sekitar perairan Pulau Salah Nama, Desa Bogak Kecamatan, Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Di sisi lain, tim dari Skuadron Udara 5 Lanud Hasanuddin yang melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH 370 sudah dua kali menyisir di perairan timur Sumatera Bagian Utara. Dari upaya itu, muncul kesimpulan pesawat yang hilang itu tidak berada di perairan Indonesia."Kesimpulan saya (pesawat Malaysia Airlines MH 370) tidak di perairan kita," kata Letkol Pnb Bambang Sadewo, Komandan Skuadron 5 Lanud Hasanuddin, di Lanud Suwondo Polonia, Medan.Sejumlah negara turut serta melakukan pencarian terhadap pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines yang hilang dari radar saat terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Beijing China, Sabtu (8/3) dini hari. Pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 kru itu hilang kontak di atas perairan Laut China Selatan.Upaya pencarian di Laut China Selatan belum membuahkan hasil. Karena itu, wilayah pencariannya diperluas hingga ke Selat Malaka dan Laut Andaman. Langkah ini diambil setelah radar militer memantau pesawat itu sempat berbalik arah. Lebih dari tiga hari berlalu, belum ada perkembangan resmi soal keberadaan pesawat nahas tersebut.
Marty: Berita pencarian MAS sebaiknya satu pintu dari Malaysia
Kabar mengenai proses pencairan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 simpang siur.
Halaman Berikutnya
Usai Telusuri CCTV, Polisi Amankan Mahasiswa Terduga Pelaku Penembakan Balikpapan
Advertisement
Rekomendasi