Anggota Komisi VII DPR: Untuk siapa duit THR itu?

Alimin Abdullah tegas membantah disebut terima THR USD 2.500 dari SKK Migas.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Anggota Komisi VII DPR: Untuk siapa duit THR itu?
Ilustrasi Korupsi. ©2014 Merdeka.com

Anggota Komisi VII DPR ramai-ramai membantah terima uang Tunjangan Hari Raya (THR) dari SKK Migas. Duit itu disebut-sebut tak sampai ke para anggota komisi bidang energi tersebut.Anggota Komisi VII DPR Alimin Abdullah tegas membantah disebut terima THR USD 2.500 dari SKK Migas. Dia malah tak tahu kemana larinya uang tersebut."Ah tidak benar itu, mana ada kita terima duit, teman-teman juga kaget ada hal semacam ini," ujar Alimin saat dihubungi, Rabu (26/2).Politikus asal PAN ini menilai aneh keterangan saksi di sidang tipikor kemarin. Kabiro Keuangan ESDM Didi Dwi Sutrisno mengaku menitipkan uang THR melalui amplop untuk pimpinan, anggota dan sekretariat Komisi VII DPR."Itu kan sudah clear, Didi bilang duitnya ditaruh amplop di titipkan ke stafnya Sutan. Nah Sutan juga sudah bantah enggak terima duit itu," tutur dia.Dia juga curiga mengapa duit SKK Migas ada di tangan mantan Sekjen ESDM Waryono Karno. Selain itu, uang yang ditemukan ternyata lebih banyak. "Katanya duitnya USD 200 ribu dolar, tapi kok dikumpulkan di sekjen sampai USD 800 ribu, untuk siapa duit itu?" katanya.Karena itu, dia menegaskan sama sekali tidak menerima uang. Malah dia menuding, ada pihak-pihak yang menjual nama anggota Komisi VII DPR untuk mendapatkan uang haram itu."Saya enggak terima sama sekali, tidak ada itu. Sutan pun sudah bantah tidak terima, Tri Yulianto memang mengakui ada pertemuan, tapi kan tidak ada transaksi duit, kemana duitnya itu. Temen-temen juga enggak tahu, enggak ada yang terima duit," katanya."Kayaknya nama kita dijual juga ini. Kenyataannya teman-teman di komisi bilang enggak ada yang terima," katanya.

Rekomendasi