Indonesia tak mau didikte negara asing soal nuklir

Presiden SBY menunjuk Wapres Boediono menghadiri KTT Keamanan Nuklir di Belanda.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Indonesia tak mau didikte negara asing soal nuklir
Ilustrasi Nuklir. ©2012 Merdeka.com

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Wakil Presiden Boediono untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir. KTT akan dilaksanakan pada 23-25 Maret 2014 di Den Haag, Belanda.Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat menyebutkan, Indonesia merupakan negara penting sehingga mendapat undangan untuk hadir dalam KTT yang digagas Amerika Serikat itu. Namun, Indonesia akan menjaga kepentingannya selama berlangsungnya konferensi yang sudah berlangsung ketiga kalinya tersebut."Sejauh ini posisi bapak wakil presiden jelas, sepanjang belum memiliki kepentingan, kita tidak perlu segera (membangun tenaga nuklir). Namun, kita berhak untuk meneliti, mengembangkan dan menyiapkan diri," ujar Yopie di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (25/2),Namun, Yopie menolak membeberkan misi yang akan dibawa Boediono bersama rombongan dalam pertemuan yang akan dihadiri seluruh kepala negara di dunia. Dia memastikan, Indonesia perlu menjaga kepentingannya untuk meneliti, apalagi Indonesia sudah memiliki teknologi yang memadai untuk melakukannya."Soal detilnya nanti kita sampaikan," ucapnya singkat.

Rekomendasi