Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III A Kayuagung, Sumatera Selatan, Ronald (43) membantah telah melakukan pencabulan terhadap Eva Yulita (26), istri narapidana yang ditahan di Lapas tersebut."Saya tidak pernah melakukan itu. Dan hal (tuduhan) itu tidak benar. Silakan melapor jika saya terbukti," ungkapnya kepada merdeka.com, Kamis (30/1).Malah, kata Ronald, Eva kerap memintanya untuk menyediakan fasilitas lebih kepada suaminya di dalam sel, seperti televisi, kipas angin dan perlengkapan lain."Bahkan, dia (Eva) minta disediakan bilik asmara. Saya ditelpon terus. Tapi tidak saya kabulkan karena itu jelas melanggar aturan. Lagi pula pasti ada kecemburuan dari narapidana lain," katanya.Statement Kalapas Kayuagung tersebut, ditanggapi santai oleh Eva Yulita. Menurut dia, dirinya tidak pernah meminta fasilitas seperti yang diungkapkan Ronald.Namun, Eva tidak menampik pernah bertemu dengan Ronald di rumah dinasnya beberapa hari setelah suaminya dipindahkan dari Lapas Tanjung Raja, Ogan Ilir."Terserah, dia (Ronald) mau bilang apa. Saya tidak pernah meminta apapun kepada dia, apalagi minta bilik asmara. Saya juga tidak pernah nelpon dia, justru dia yang mau minta nomor saya. Saya melapor ini karena derajat saya sebagai wanita sudah dilecehkan," ungkapnya sambil meneteskan air mata saat ditemui usai mendatangi Kantor Kemenkum HAM Kanwil Sumsel di Palembang, Kamis (30/1).Untuk membuktikan laporannya, Eva mengaku memiliki bukti berupa rekaman saat peristiwa itu terjadi.
"Saya mohon, polisi mengusut kasus saya ini karena bukti saya cukup kuat," pungkasnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Eva Yulita (26), istri narapidana, melaporkan Ronald, Kalapas Kayuagung ke SPKT Polres Ogan Komering Ilir yang diduga telah mencabulinya. Kejadian itu terjadi 22 Januari 2014 di dalam mobil dinas Ronald saat Eva diajak untuk diantar pulang.
Kalapas Kayuagung sebut istri napi selalu minta bilik asmara
"Saya tidak pernah melakukan itu. Dan hal (tuduhan) itu tidak benar. Silakan melapor jika saya terbukti," ungkap Ronald.
Rekomendasi