Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membantah telah terjadi pelanggaran terkait banjirnya beras impor asal Vietnam. Dia menilai, isu tersebut muncul dari sejumlah pedagang Cipinang yang mengaku mendapat banyak pasokan beras ke tempat mereka."Ini kan keluhan dari pedagang di Cipinang, bahwa ini banjir (beras impor) kalau banjirnya itu lebih dari beras yang kita izinkan untuk didatangkan dari luar, itu artinya pelanggaran. Tapi sampai sekarang belum ada buktinya, ini hanya keluhan saja," ujar Gita di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/1).Meski demikian, Gita tidak membantah Kementerian Perdagangan telah memberikan izin soal impor beras dari Vietnam. Tak hanya itu, izin tersebut dikeluarkan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Jika terbukti ada permainan di antara pemasok, ia mengakui tidak akan segan-segan untuk menindak para pelanggarnya."Izinnya telah kita keluarkan dan kalau terbukti melanggar kita akan tindak segera mungkin. Saya lupa kapan izinnya dikeluarkan, tapi itu berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian," tandasnya.Soal sanksi, dia menyatakan ada sanksi yang menunggu para importir nakal yang memanfaatkan izin dari kementeriannya sendiri. Hanya saja, belum ada tindakan apapun yang bisa dilakukan karena dia belum memiliki bukti pendukungnya."Pasti kalau terbukti melanggar, kalau tidak bukti, tidak ada sanksi, belum ada bukti. Saya tidak tahu ada kelalaian. Anda ada buktinya? Tidak ada. Izinnya sesuai prosedur, kita keluarkan karena ada rekomendasi dari Kementan untuk mengimpor beras premium dari Vietnam," pungkasnya.
Gita: Isu impor beras Vietnam berasal dari pedagang Cipinang
Gita tidak membantah Kemendag telah memberikan izin soal impor beras dari Vietnam.
Advertisement
Rekomendasi