DPRD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah kini terpecah jadi dua kubu. Lucunya, kedua kubu DPRD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sama-sama menggelar rapat paripurna istimewa pergantian antar waktu anggota DPRD masa bakti 2009-2014 di tempat berbeda.Kubu Plt Ketua DPRD Kuswan Hadji menggelar rapat PAW tiga anggota di Grand Artos Aerowisata Hotel, Mertoyudan, sedangkan kubu Ketua (definitif) DPRD, Susilo menggelar rapat PAW dua anggota di Gedung DPRD Kabupaten Magelang.Polemik Pimpinan DPRD Kabupaten Magelang semakin panas, setelah sebelumnya Ketua DPRD Susilo bersama wakilnya melaporkan Plt Ketua DPRD Kuswan Hadji atas dugaan pemalsuan stempel DPRD ke Kepolisian.Di Gedung DPRD Kabupaten Magelang, sebanyak 23 anggota DPRD mengikuti rapat itu bersama Kasubag Humas Polres Magelang AKP Parmanto, Perwira Penghubung Kodim 07/05 Magelang Mayor Joko Supriyanto, Ketua KPU Kabupaten Magelang Ma'mun Rakhmatullah, perwakilan Pengadilan Negeri Mungkid dan Petinggi Partai Politik.Pada sidang tersebut, ada pemandangan berbeda. Susilo memimpin rapat menggunakan palu yang biasa digunakan para tukang bangunan. Palu itu dibungkus dengan kertas warna cokelat. Hal itu terjadi karena palu yang biasa digunakan memimpin rapat tiba-tiba hilang.Sesuai jadwal terdapat dua anggota DPRD yang dilantik sebagai anggota DPRD baru. Yakni, Nasikhul Hadi menggantikan Agus Wakhdan dari PAN serta Andi Ashadi menggantikan Suharno dari PKNU. Andi Ashadi saat pelantikan tidak hadir.Susilo mengakui paripurna istimewa saat ini berbeda dari biasanya. Hal ini karena dinamika di tubuh DPRD. Dia berharap keadaan ini bisa sebagai pembelajaran dan dicermati sesuai peraturan yang ada.Ia mengatakan, pedoman mentaati peraturan yang berlaku mestinya perlu dilakukan untuk menghindari pemaksaan kehendak kepentingan tertentu."Akibat dualisme kepemimpinan di DPRD saat ini, rakyat Kabupaten Magelang menjadi korban. Pembangunan ke depan dipastikan terganggu, karena pembahasan APBD akan molor. Di sisi lain, anggaran yang diserap juga tidak akan maksimal," kata Susilo usai memimpin rapat seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/1).Menurut dia rapat paripurna ini sesuai hukum yang ada. Dia percaya hanya akan ada satu kubu yang benar. Tidak mungkin kedua kubu yang menggelar rapat paripurna istimewa ini benar semua."Di mata hukum, pasti hanya ada satu yang benar. Mudah-mudahan kami yang ada di sini tergolong yang benar," katanya.Perpecahan kepemimpinan DPRD Kabupaten Magelang tersebut menyusul Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang 2013, di mana waktu itu sejumlah pimpinan dewan maju pilkada.
2 Kubu DPRD Magelang gelar sidang paripurna di tempat berbeda
Susilo memimpin rapat menggunakan palu yang biasa digunakan para tukang bangunan, karena palu biasanya hilang.
Advertisement
Rekomendasi