Sering berantem, kelakuan TNI-Polri mirip anak SMK

Lalu apakah TNI dan Polri sering bentrok lantaran ingin dianggap berwibawa dan minta dihormati?

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Sering berantem, kelakuan TNI-Polri mirip anak SMK
Tawuran pelajar. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Belakang ini dua institusi negara TNI dan Polri kerap terlibat keributan. Padahal, dua lembaga itu harusnya bekerja sama untuk melindungi bangsa ini.Lucunya, keributan di antara mereka sering kali dipicu hanya masalah sepele, seperti pandang-pandangan, salah paham, atau hal kecil lainnya. Hal ini tentu membuat malu TNI dan Polri yang sudah dididik mempunyai mental kuat.Seperti contoh, dalam kasus terakhir di Karawang, Jawa Barat. TNI dan Polri terlibat bentrok hanya masalah sepele, yakni pandang-pandangan."Saling pandang-pandangan saja awalnya. Itukan anggota Brimob Cikole yang di BKO-kan di Karawang dalam rangka pengamanan unjuk rasa, di situ dan pandang-pandangan tetapi ternyata (yang dipandang) warga sipil itu TNI," ujar Kapolda Jabar Irjen Suhardi Alius, Rabu (20/11).Contoh kasus lainnya, anggota TNI dan Brimob terlibat keributan hingga berujung penusukkan di Venus Karaoke, Depok Town Square (Detos), Kota Depok, Jawa Barat. Akibatnya, kedua belah pihak mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.Penyebab masalah itu benar-benar sepele yakni masalah rokok. Namun, gara-gara saling minta rokok itulah dua institusi tersebut saling hajar dan berujung penusukkan.Berawal dari minta rokok, saling minta rokok. Entah siapa mulai duluan, di situlah salah pahamnya," ujar Pangdam Jaya, Mayjend TNI E Hudawi Lubis kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/10).Dari dua contoh kasus di atas tentu sebagai aparat yang telah digembleng tentang kedisiplinan harusnya merasa malu. Anak SMK saja rasanya tak pantas saling serang dan baku hantam.Malah, kelakuan TNI dan Polri yang doyan berantem mirip dengan pelajar SMK yang sedikit-sedikit berkelahi serta tawuran. Pelajar SMK kerap kali berkelahi dengan penyebab yang sepele. Tak jarang, penyebab perkelahian anak SMK dipicu oleh sebab yang sama seperti keributan TNI dan Polri.Contoh perkelahian anak SMK yang karena hal sepele seperti terjadi di Pamekasan. Gara-gara bercanda di kelas berujung tawuran massal."Itu memang berawal dari guyon dalam kelas yang berlebihan, kemudian terjadi keributan di depan gerbang SMK 2, dan saat itu sudah bisa dilerai," kata Kabid Dikmen Disdik Pamekasan Moh.Tarsun, Rabu (19/11).Contoh yang sempat menghebohkan adalah tawuran SMA 6 dengan SMA 70 di Bulungan yang menyebabkan satu orang tewas. Pemicunya juga masalah sepele dan bak preman, yakni pelanggaran terhadap batas wilayah kekuasaan."Empat siswa SMA 6 yang melewati batas teritori tersebut dengan melintas masuk Jalan Bulungan. Melihat kejadian itu, sejumlah siswa SMA 70 pun langsung mengadakan serangan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan, Senin (1/10/12).Kalau pelajar sering berkelahi karena ego mereka yang masih sangat tinggi dan merasa paling benar sehingga minta dihormati. Sedangkan siswa dari sekolah lain adalah manusia yang harus menghormati dan menjaga batasan-batasan yang diberlakukan oleh mereka.Lalu apakah TNI dan Polri sering bentrok lantaran ingin dianggap berwibawa dan minta dihormati?

Rekomendasi