TNI-Polri di Karawang damai, pelanggaran tetap harus diusut

Bentrokan yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat sudah ditangani masing-masing kesatuan.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
TNI-Polri di Karawang damai, pelanggaran tetap harus diusut
marsekal djoko suyanto. ©2012 Merdeka.com/dok

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, bentrokan yang terjadi antara pasukan TNI dan Polri sudah berhasil diselesaikan dengan baik. Panglima Kodam bersama Kapolda Jawa Barat telah melakukan upaya untuk mendinginkan situasi agar tidak memicu bentrokan menjadi meluas.Namun demikian, Djoko meminta agar setiap pelanggaran harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan begitu, kejadian serupa di kemudian hari bisa segera diantisipasi."Yang penting, yang melanggar harus dihukum, dan saya kira Panglima Kodam sudah melaksanakan itu. Jadi kita harus hindari hal-hal seperti ini nanti," tegas Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/11).Menurutnya, bentrokan yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat sudah ditangani masing-masing kesatuan. Saat ini, masing-masing pihak sedang melakukan upaya sosialisasi agar tidak terjadi bentrok susulan."Di tingkat atas nanti tinggal bagaimana sosialisasi saja, supaya mereka tidak melakukan hal itu. Itu kan perkara yang sepele, ketersinggunggan, anak-anak mudalah," tandasnya.Informasi yang dihimpun merdeka.com, Selasa (19/11), penyerangan berawal dari kasus cekcok yang terjadi antara anggota TNI dan Polri di halaman parkir kantor DPRD Karawang. Persoalan itu kemudian diselesaikan dengan musyawarah di ruang tunggu Bupati lantai 2 Kantor Pemda yang dihadiri oleh Wakapolres Karawang, Kabag Ops Polres Karawang, Danki Brimob Iptu Ramadona, Danki 305 Kapten Bagus, Provos 305, Kapten Sirait Danramil Karawang Kota, Kasi Propam Polres, KBO Intel Polres dan Edi serta Wely.Pada pukul 12.15 WIB, musyawarah selesai dari kedua belah pihak setelah saling minta maaf. Namun, pukul 12.30 WIB kurang lebih 1 kompi anggota 305 Telukjambe dengan seragam dinas loreng dan helm warna hijau dan sebagian berbaju preman datang dan masuk ke areal Kantor Pemda lewat pintu Timur sambil menenteng pisau sangkur, golok dan pentungan kayu atau bambu. Mereka langsung menyerang dan menganiaya anggota Dalmas yang sedang melakukan pengamanan aksi buruh sambil teriak-teriak.Akibat penyerangan tersebut, beberapa anggota Dalmas mengalami luka. Setelah selesai melakukan penyerangan kurang lebih 20 menit, gerombolan anggota Yonif 305 kabur meninggalkan lokasi menuju Jalan Tuparev sampai di Bundaran Mega Mal.Mereka lalu merusak Pos Lantas dan mobil milik anggota polisi depan Mega Mal Karawang. Selain itu, mereka juga melakukan perusakan Pos Gatur Hero dan 1 unit mobil pikap.

Rekomendasi