Sejumlah pengalaman hidup, kegiatan bahkan curahan isi hati dituangkan Agus Mulyadi melalui tulisan. Dalam blog-nya http://www.agusmulyadi.web.id, ada sekitar 30an tulisan. Isinya sungguh menggelitik, pembaca pasti akan tersenyum.Lewat bahasa yang ringan, pria 22 tahun itu berbagi mulai dari makanan murah, ulah teman doyan mabuk sampai pernikahan. Karya-karya Agus tidak berat-berat amat, diselingi oleh guyonan-guyonan renyah.Lalu dari mana penggemar vokalis Queen Freddie Mercury itu mendapatkan ide? Menurut Gus Mul sapaan Agus, salah satu kuncinya adalah bergaul dengan siapa saja, dan sesekali nonton acara lawak. "Saya juga suka nonton pengajian tapi yang kiainya dari NU. Kalau kiai NU ceramahnya disertai humor," kata Agus yang sehari-hari jaga warung internet di Magelang.Ketika ada celetukan atau humor yang bisa dijadikan bahan tulisan, Agus akan langsung mencatatnya. Tak perlu waktu lama, pria lulusan SMA itu akan langsung membuat draf di blog-nya karena takut lupa."Kalau saya yang penting humornya dulu dapat, setelah itu baru kembangin tulisannya," kata pria yang sempat buka usaha edit foto bareng artis itu.Berikut guyonan-guyonan ala Gus Mul dalam sejumlah tulisan di blog-nya:
Advertisement
Ayam tanpa bulu move on dengan mudah
Kali ini seekor anak ayam lahir tanpa bulu menjadi inspirasi Agus untuk menulis. Agus mengambil sebuah pelajaran bagaimana seekor ayam bisa tetap lari ke sana kemari meski tubuhnya tak dibalut sehelai bulu pun."Harus saya akui, dia ayam yang sangat kuat dan tegar. Bahkan bisa jadi, seandainya dia punya pacar dan kemudian putus, saya yakin dia bisa move on dengan sangat mudahnya," tulis Agus dalam blognya.Bumbu-bumbu lucu tetap kental dalam tulisan berjudul 'Dari anak ayam ini saya belajar'. Cukup menggelitik adalah Agus membandingkan si ayam dengan artis membintangi iklan sebuah produk perontok bulu."Ayam ini justru berjuang sendirian agar bisa tumbuh bulu di sekujur tubuhnya. (Kau sungguh ayam yang tangguh nak, papa bangga sama kamu)," kata Agus.Di akhir tulisan Agus mengajak pembaca blog-nya untuk berempati dengan memberikan sumbangan. "Mungkin bisa menyumbangkan sedikit rezeki-nya kepada ayam ini dalam bentuk uang tunai untuk membelikan ayam ini Firdaus Oil," tandasnya.
Advertisement
Bertato emping motif polkadot di punggung
Agus Mulyadi berbagi cerita soal kebiasaan teman-temannya yang doyan mabuk. Meski begitu Agus meyakini kalau dirinya bersih dari alkohol. Bahkan sambil guyon Agus mengaku bisa teler walaupun cuma konsumsi minuman sachet.Dia juga menceritakan bagaimana teman-temannya yang disebut Geng Koplo itu memiliki badan kekar, tampang sangar, dan badan dipenuhi tato. Sedangkan Agus berwajah polos, tubuh ceking dan sedikit merongos."Wajah saya ini kan wajah lugu, itemnya full ndak setengah-setengah, dan tato yang saya punya hanyalah tato emping bermotif polkadot di punggung bagian kiri saya (yang oleh banyak orang lebih diakui sebagai panu ketimbang tato)," kata Agus dalam tulisannya 'Geng Koplo, Kalian Luar Biasa'. "Tapi walaupun begitu, tentu saya akan selalu berusaha untuk bergaul baik dengan mereka dan akan selalu berharap serta berdoa agar kelak di suatu masa, kawan-kawan saya ini akan sadar dan berhenti mabuk dan menjadi orang yang berguna bagi keluarga, desa, dan juga gebetannya. Pokoke, Tutupen Botolmu, Tutupen Oplosanmu, Emanen nyawamu," ujarnya.
Advertisement
Lahir dan hidup di Magelang, besar dizalimi
Membaca biodata Agus Mulyadi dijamin pembaca akan tertawa. Selain nama lengkap dia juga menjelaskan ciri-ciri fisik pemberian Yang Maha Kuasa. "Saya Agus Mulyadi, akrab dipanggil dengan Gus Mul (bukan lulusan pesantren seperti Gus Dur, Gus Muh, maupun Gus Yusuf, Gus Mul hanya akronim dari nama saya)," katanya memperkenalkan diri. Pria yang sehari-hari jaga warnet itu mengungkapkan jika dari kecil sampai berusia 22 tahun besar di Magelang. "Blogger dan freelance layouter. Lahir di Magelang, hidup di Magelang, dan besar di-Dzolimi," kata Agus."Agak mrongos, humoris, cerewet, ceplas-ceplos, tidak terlalu bertanggung jawab, penggemar berat Pangkur Jenggleng, Mela Barbie, dan busana 80-an," tambahnya.
Advertisement
Jomblo baik hati, bukan tapol dan punya BlackBerry
Melalui tulisan 'Nikah-nikah bathukmu sempal', Agus menceritakan pengalamannya soal asmara. Selama 22 tahun bernafas di dunia ternyata Agus belum sekali pun merasakan sentuhan hangat dari kaum hawa."Kadang dalam kesendirian, saya merasakan kemirisan yang teramat dalam. Betapa tidak, di usia saya yang sudah menginjak 22 tahun ini, saya belum juga diberikan momongan, eh, pendamping maksudnya," katanya sedih.Dia pun membuka peluang bagi wanita mana pun yang mau membuka diri. Sebagai pria, Agus merasa dia adalah sosok bersahaja, tidak neko-neko dan serius ketika membina suatu hubungan."Dan juga sebagai laki-laki, saya ini baik hati, pinter, rajin nabung, bukan tapol, punya blackberry lagi (walau bekas dan ndak pernah saya paketin). Hayo, kurang apa lagi coba? kan ya cuman kurang cakep aja tho?," tandasnya.
Advertisement
Mendhem sudah jadi sila yang ke-enam
Kebiasaan sejumlah pemuda mabuk-mabukan (mendhem, ngombe, kubam, mimik ciu) di Kampung Seneng, Mertoyudan, Magelang, menjadi perhatian Agus. Hampir saban pekan para pemuda di sana merogoh kocek untuk beli miras."Mereka seakan tak bisa terpisahkan dari yang namanya Mendhem. Minimal seminggu sekali, itu sudah menjadi menu wajib bagi mereka," katanya miris.Agus pun menilai kebiasaan buruk itu cukup sulit dihentikan. Namun yang terpenting baginya adalah mabuk tetap terkontrol, dan tidak membuat onar. Agus juga terus berdoa agar teman-temannya segera bertobat. "Susah memang menghentikan kebiasaan mendhem, karena bagi para pemuda yang sudah ketagihan menenggak minum-minuman keras, mendhem mungkin sudah menjadi sila yang ke-enam, bahkan yang lebih parah rukun Islam ke-enam," ujarnya.
Baca juga:
Guyonan Gus Mul terinspirasi sopir truk sampai orang mabuk
5 Cerita bisnis edit foto bareng artis ala Gus Mul
Curhatan lucu Gus Mul soal jomblo dan tak nikah-nikah
Takut dibui, Agus berhenti jadi tukang edit foto bareng artis
Tukang edit foto bareng artis disebut jomblo ngenes