Aksi kejahatan jalanan terus berulang di Kota Medan, Sumatera Utara. Selain penjambretan, perampokan dengan modus kempes ban masih sering terjadi.Korban terbaru yaitu Indra Lautan alias A Hok (50), warga Jalan Asia, Medan. Direktur Utama (Dirut) PT ABS, perusahaan bergerak di bidang vulkanisir ban di Sei Semayang, Deliserdang, ini menjadi korban perampasan saat akan mengantarkan Rp 40 juta untuk gaji karyawannya.Saat kejadian, A Hok ditemani sopirnya. Tepat di Jalan KL Yos Sudarso, Glugur, ban mobilnya tiba-tiba kempes. A Hok yang duduk di bangku belakang kiri turun dari kendaraan dan mencoba turun."Pas bos mau turun, pintu dihalangi. Dua perampok lain mengambil tas dari pintu kanan. Pelakunya empat laki-laki mengendarai dua sepeda motor, mungkin mereka telah membuntuti tanpa disadari korban," kata seorang karyawan A Hok yang mendampinginya membuat laporan.A Hok sempat menghalangi pelaku, namun dia tak berdaya setelah mendapat ancaman. "Bos sempat ditodong pakai pistol," jelas karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya.Setelah merampas tas berisi uang Rp 40 juta itu, pelaku langsung melarikan diri. Menyadari telah menjadi korban kejahatan, A Hok pun mengadu ke Mapolresta Medan.Saat ditanyai wartawan terkait peristiwa yang dialaminya, A Hok menolak memberikan komentarnya. "Bukan dirampok, tapi diambil," ucapnya sambil menaiki mobil.Aksi dengan modus serupa sudah berulang kali terjadi di Kota Medan. Bahkan, salah seorang korbannya adalah kakak kandung mantan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro , Mili Saraswati Amat Sastro, yang dirampok di depan rumah keluarga mereka di Jalan Kelapa Dua Jemadi, Medan Timur, Minggu (20/10).Belum satu pun perampokan ini terungkap. Kasat Reserse Kriminal Polresta Medan Kompol Jean Calvijn Simanjuntak belum memberi keterangan kepada wartawan mengenai kejadian ini. Panggilan ke telepon selularnya tidak di jawab.
A Hok dirampok, gaji karyawan Rp 40 juta melayang
Korban dirampok dengan modus kempes ban.
Advertisement
Rekomendasi