Kisah buku nikah diganti selembar kertas

Meski bukan hal yang utama, buku nikah menjadi penting dalam sebuah pernikahan.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Kisah buku nikah diganti selembar kertas
Surat pengganti buku nikah. ©2013 Merdeka.com/istimewa

Meski bukan hal yang utama, buku nikah menjadi penting dalam sebuah pernikahan. Namun kini sejumlah provinsi di Indonesia mengalami kelangkaan buku nikah. Penyebabnya jumlah pengantin meningkat dan terlambatnya percetakan. Hal inilah yang juga dirasakan oleh pasangan pengantin Husni dan Luthfi. Pasangan yang menikah pada Minggu (27/10) kemarin itu tidak langsung mendapatkan buku nikah sebagaimana biasanya pasangan pengantin."Belum tahu kapan, tapi nanti diberikan kalau bukunya sudah ada," ujar Husni yang menikah di sebuah rumah makan mewah di Cicurug Sukabumi ini kepada merdeka.com, Selasa (29/10).Sang penghulu mengatakan bahwa saat ini persediaan buku nikah di Kabupaten Sukabumi habis. Alhasil pasangan yang menikah di Sukabumi pada bulan Oktober hampir semuanya tidak mendapat buku nikah. Mereka hanya mendapatkan selembar surat keterangan sudah menikah.Pihak Kementerian Agama sendiri mengakui keterlambatan cetak buku nikah tahun 2013. Saat ini buku yang beredar buku nikah cetakan tahun 2012. "Memang sedikit terlambat realisasinya karena ada proses yang harus dilalui. Jadi sesungguhnya buku nikah itu nggak terlambat dan nggak kurang, ada di gudang kita kok sisa cadangan 2012 kemarin. Nah sekarang cetakan 2013 sudah selesai kok, dalam proses pengiriman," ungkap Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Abdul Djamil, kepada merdeka.com, Senin (28/10) kemarin.Untuk pengadaan buku nikah, lanjut Djamil, biasa memakan waktu dua sampai tiga bulan. Karena sebelum dicetak ada proses lelang dan berbagai tahapan lainnya."Jadi kalau dicetak itu anggaran setahun dan nggak bisa mendadak dicetak gitu. Tapi saya pastikan kelangkaan buku nikah sudah bisa diatasi," tandasnya.Pasangan Husni-Luthfi yang berencana bulan madu ke Lombok ini pun berharap segera menerima buku nikah. Pernikahan yang berjalan baik tanpa kendala apa pun terasa kurang lengkap tanpa buku nikah."Ya kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik. Karena penting juga kan buku nikah," imbuh Husni.

Rekomendasi