M Nuh minta pelaku dan perekam video mesum SMPN 4 diberi sanksi

Menurut M Nuh, rencana pemasangan CCTV di sekolah juga akan memberikan hasil positif dalam meningkatkan pengawasan.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
M Nuh minta pelaku dan perekam video mesum SMPN 4 diberi sanksi
SMPN 4. ©2013 Merdeka.com/Eko P

Perbuatan mesum yang dilakukan siswa dan siswi SMPN 4 Jakarta mengejutkan banyak pihak. Tak hanya itu, mereka pun merekam perbuatannya dengan disaksikan rekan-rekannya sendiri.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengaku pemerintah terus mengawal moralitas para pelajar. Guna melakukan pencegahan, pihaknya sudah menerapkan dua langkah agar perbuatan asusila tidak dilakukan para pelajar tersebut di lingkungan maupun di luar sekolah."Pertama pembelajaran pada adik-adik kita, tapi pembelajaran yang menimbulkan kesadaran saja tidak cukup. Kedua, harus ditambahkan dengan sanksi," tegas Nuh usai menghadiri pelantikan Kapolri baru di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10).Tak hanya siswa yang terekam dalam video porno tersebut, namun siswa yang ada dalam rekaman tersebut juga haru mendapatkan sanksi serupa. Namun, penerapannya disesuaikan dengan kebijakan dari masing-masing sekolah maupun pemerintah daerah setempat."Berbeda dengan kasus kalau dia diperkosa, lain lagi. Ini kan dia yang melakukan, berarti dua-duanya harus. Orangtua nya pun harus diundang," tandasnya.Dia menilai, rencana pemasangan CCTV di dalam sekolah juga akan memberikan hasil positif dalam meningkatkan pengawasan. Sehingga, kepala sekolah bisa tetap memantau langsung tingkah laku dan perbuatan anak didiknya melalui meja kerjanya."Tapi jangan juga dijadikan proyek, dalam arti pengadaan yang hambur-hamburkan, ndak. Seperti pada saat ujian, pakai CCTV menarik juga, atau untuk memonitor hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu," tambahnya.Atas kejadian tersebut, Nuh menyebut orangtua siswa dari kedua pelaku harus ikut bertanggung jawab selain guru, wali kelas maupun kepala sekolah. Kemudian, keempatnya sedapat mungkin duduk bersama untuk segera menyelesaikan kasus tersebut."Bukan hanya untuk kasus ini, tapi juga kasus-kasus lainnya seperti itu tadi, sehingga tidak ada salahnya komite sekolah itu juga bergerak, bagaimana melindungi agar tidak terjadi seperti itu lagi," pungkasnya.

Rekomendasi