Bunda Putri seolah buron, pasca namanya disebut dalam sidang terdakwa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Banyak orang memburunya termasuk di kediamannya di Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.Pada perayaan Idul Adha 15 Oktober lalu, Non Saputri -panggilan Bunda Putri- ternyata ada di rumahnya yang berdiri megah ini. Bahkan keluarga Non ini berkurban dua sapi."Ada sebenarnya di dalam rumah, Non itu, kan memang banyak wartawan (pada saat Idul Adha), tapi ya di dalam saja," kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya kepada merdeka.com, Rabu (21/10).Perempuan yang ditemui di Posyandu Melati II Cilimus itu menyebut Non seusai melaksanakan kurban meninggalkan Cilimus. Tapi dia tidak mengetahui pasti tujuannya kemana."Katanya pergi naik kereta api, biasanya kan ke Jakarta," ujarnya.Kini Non sudah sulit ditemui. Di Cilimus rumah mewah yang dihuni Bapak dan adik tirinya sulit memberikan keterangan. Rumah yang diberi pagar tinggi itu ditutup rapat. Begitu mewah dan luas, rumah Non yang ada di kaki bukit Gunung Ciremai tersebut.Warga pun kompak diam. Mereka memilih kabur ketimbang memberikan keterangan kepada wartawan yang sedang meliput. "Enggak tahu, saya bukan orang sini, saya cuma ngontrak," sebut ibu yang rumahnya bersebelahan dengan Non itu, sambil lalu.Salah satu warga, menyebut selain rumah di Cilimus, Non juga memiliki rumah di Metro Pondok Indah, SB-09, Jakarta Selatan. "Kita tahunya Non di Jakarta, kalau ke sini sudah jarang," kata pria berkumis tebal ini.
Kurban Sapi di Cilimus, Bunda Putri ke Jakarta naik kereta
Pada perayaan Idul Adha 15 Oktober lalu, Bunda Putri ada di rumahnya yang berdiri megah.
Rekomendasi