Konflik keraton, meski mediasi memanas tapi 2 kubu sepakat damai

Menurut Rudy, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya masih akan mengadakan mediasi lanjutan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Konflik keraton, meski mediasi memanas tapi 2 kubu sepakat damai
Keraton Surakarta. ©2013 Merdeka.com

Mediasi antara dua kubu yang berseteru dalam konflik Keraton Kasunanan Surakarta akhirnya digelar Jumat (4/10) siang. Bertempat di Bale Tawangarum Balai Kota Solo, proses mediasi yang diinisiasi Pemkot Solo tersebut berlangsung cukup panas.Pantauan merdeka.com, mediasi yang dimulai sekitar pukul 13.45 WIB, itu dihadiri dua kubu keraton yang sedang berkonflik. Kubu Dewan Adat dihadiri GKR Wandansari (Gusti Moeng), KGPH Puger, GKR Galuh Kencana, GKR Isbandiyah, serta kerabat lainnya. Sementara kubu PB XIII Hangabehi dihadiri Mahapatih Tedjowulan, KGPH Dipokusumo, KGPH Suryo Wicaksana, GKR Ratu Alit, KGPH Madukusuma, KGPH Benowo dan beberapa adik Tedjowulan lainnya.Mediasi yang dipimpin Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo tersebut juga dihadiri jajaran Muspida Kota Solo, serta dua tokoh budayawan sebagai sanksi, yakni Sardono W Kusumo dan RB Sumanta. Meski berlangsung cukup panas, namun kedua kubu sepakat untuk berdamai.Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo usai mediasi menjelaskan, kedua kubu sepakat untuk berdamai. Namun masih ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan."Dari kubu Dewan Adat, KGPH Puger mengatakan sepakat untuk rukun, tetapi dengan beberapa catatan. Kubu lainnya yang diwakili KGPH Madukusuma masih mempermasalahkan keberadaan Dewan Adat," ujar pria yang akrab disapa Rudy tersebut kepada wartawan.Menurut Rudy, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya masih akan mengadakan mediasi lanjutan. Rudy berharap dengan rukunnya kembali keluarga keraton, event Satu Suro nantinya bisa berlangsung lancar, tanpa diwarnai kericuhan.

Rekomendasi