Anggota Komisi X DPR Fraksi PKS, Ahmad Zainuddin, nampaknya mencoba menutupi soal suap dalam pembahasan pengubahan Peraturan Daerah nomor 5 dan 6 Provinsi Riau, terkait pembangunan arena menembak dalam Pekan Olahraga Nasional XVIII pada 2012. Mantan anggota Komisi VIII DPR itu mengakui ikut meninjau pembangunan arena itu, tetapi berdalih tak menerima sepeser pun uang pelicin."Enggak ada. Saya enggak terima. Saya ditanya seputar kunjungan ke Riau pada bulan Februari 2012. Ada rapat biasa, dan juga mengunjungi beberapa venue (arena). Saya menjadi anggota Panja (Panitia Kerja) itu sudah di ujung. Saya baru aktif bulan Juli," kata Ahmad kepada wartawan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/9).Ahmad berkelit tak pernah mengikuti rapat pembahasan anggaran pembangunan arena PON XVIII. Dia pun mengelak tidak tahu soal pertemuan beberapa anggota Komisi X DPR di rumah Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto."Enggak ada. Saya enggak ada. Saya baru aktif bulan Juli. Saya baru dipindah dari Komisi VIII, bagaimana saya bisa menyetujui?" ujar Ahmad.Ahmad mengaku tidak tahu soal lobi dari Gubernur Riau Rusli Zainal kepada Setya Novanto dan beberapa anggota DPR lain, supaya anggaran pelaksanaan dan pembangunan arena PON XVIII ditambah. Dia mengatakan, dalam kunjungan Panja pada Februari 2011, beberapa anggota Komisi X juga ikut."Wah saya enggak tahu (pertemuan Rusli di rumah Setya). Yang ikut banyak. Anggota Panja banyak," lanjut Ahmad.
Kader PKS tak tahu peran Setya Novanto di kasus PON Riau
Ahmad mengaku tidak tahu soal lobi dari Gubernur Riau Rusli Zainal kepada Setya Novanto.
Advertisement
Rekomendasi