Cerita Agus, kecopetan saat mengantar jenazah Habib Munzir

"Dompet saya hilang saat ramai tadi. Isinya STNK motor Vega R tahun 2007, SIM, KTP, dan uang Rp 675 ribu," kata Agus.

Islahudin
Oleh Islahudin - Reporter
Cerita Agus, kecopetan saat mengantar jenazah Habib Munzir
Pemakaman Habib Munzir. ©Rumgapres/abror rizki

Pencuri selalu bisa memanfaatkan keadaan untuk melakukan aksinya. Tidak peduli di mana tempatnya, ada kesempatan pasti langsung beraksi.Agus Syamsudin (34), mengaku kecopetan saat mengikuti proses pemakaman Habib Munzir di Kalibata, Jakarta Selatan. Agus yang berasal Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara itu datang untuk mengantarkan jenazah Habib Munzir dari rumah duka di Pancoran hingga pemakaman di Kalibata."Dompet saya hilang saat ramai tadi. Isinya STNK motor Vega R tahun 2007, SIM, KTP, dan uang Rp 675 ribu," kata Agus saat ditemui merdeka.com di halaman masjid At-Taubah, komplek pemakaman Kalibata.Agus menjelaskan, saat pemakaman berlangsung dia berada di dalam areal makam, tepat di depan makam Habib Kuncung. Saat itu, dari penuturan Agus, suasana begitu ramai. Sedangkan dompetnya dia taruh di kantong jaket jeans biru."Saya taruh di kantong samping kanan. Terus tas punggung saya taruh di depan. Gak terasa ada yang ngambil. Tadi pas sudah selesai pemakaman saya cek sudah enggak ada," ujar Agus.Mengetahui kehilangan itu, Agus langsung melapor ke pengurus masjid dan langsung diumumkan melalui pengeras suara masjid. Dalam pengumuman itu, panitia berharap dompet Agus dikembalikan jika ada yang menemukan. Sedangkan Agus berharap, surat-surat penting miliknya bisa kembali.Saat ini Agus masih menunggu di depan Masjid At-Taubah Kompleks Pemakaman. Dia berharap ada orang yang menemukan. "Enggak apa-apa duitnya diambil, yang penting SIM, STNK motor saya bisa kembali dan saya bisa pulang," harap Agus.

Rekomendasi