Hujan mengguyur, jemaah tetap banjiri pemakaman Habib Munzir

Saat perjalanan menuju pemakaman, Jalan Raya Pasar Minggu Pancoran berubah menjadi lautan manusia.

Islahudin
Oleh Islahudin - Reporter
Hujan mengguyur, jemaah tetap banjiri pemakaman Habib Munzir
Hujan mengguyur, jemaah tetap banjiri pemakaman Habib Munzir

Iringan pengantar jenazah Habib Munzir Al Musawa sampai saat ini tak berhenti mengalir. Sejak tadi pagi jumlahnya terus bertambah. Bahkan Kawasan Rajawali Timur Kalibata terus didatangi pelayat dan juga mengantar jenazah.Dari pantauan merdeka.com di lokasi, Senin (16/9), jumlah pengantar jenazah kian bertambah setelah jenazah di keluarkan dari Masjid Al Musawa. Saat perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhir, Jalan Raya Pasar Minggu Pancoran berubah jadi area jalan kaki pengantar jenazah.Tak sampai di situ, kemacetan juga terjadi di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pengantar jenazah terus saja berjalan, meski gerimis terus mengguyur.Memasuki kawasan Kalibata Mall, tepat setelah flyover berubah menjadi area parkir motor. Memasuki jalan pemakaman, jumlah jemaah ini kian bertambah dan masih saja tetap mencoba mendekat meski jalan menuju pemakaman sudah penuh.Bahkan lapangan sepak bola yang berada tidak jauh dari pemakaman juga sudah hampir penuh oleh kendaraan bermotor. Demikian Jalan Rajawali Timur yang mengarah menuju pemakaman berubah jadi tempat parkir.Saat ini, hujan masih gerimis menyirami Kalibata. Jumlah jemaah terus bertambah.Mengenang sosok Habib MunzirDi tengah prosesi pemakaman, seorang jemaah bernama Ahmad, mengaku mengenang sosok Habib Munzir. Sejak lima tahun lalu, selalu ikut pengajian Habib Munzir. Hanya saat tertentu dia absen di lokasi-lokasi pengajian Habib Munzir Al Musawa."Dua lokasi tetap pengajian Habib Munzir di Masjid Al Munawar, Pancoran pada malam Senin dan di Cidodol Jakarta Selatan pada Jumat malam," kata Ahmad.Dari penuturannya, dia sengaja datang langsung ke rumah untuk melayat sejak pukul 07.00. Dia meninggalkan pekerjaannya untuk mengantarkan jenazah Habib Munzir ke pemakaman di kawasan Pemakaman Haji Kuncung, Kalibata Jakarta Selatan.Ahmad mengaku suka dengan ceramah-ceramah-ceramah Habib Munzir. Menurut pekerja serabutan ini, dalam ajaran yang disampaikan lebih pada seputar syariah, salat lima waktu dan amalan-amalan salawat untuk nabi. Menurut Ahmad, ajaran Habib Munzir menekankan pada kecintaan pada Nabi Muhammad dan diharapkan bisa melaksanakan ajaran-ajarannya."Mana mungkin mencintai Allah kalau tidak mencintai Nabi. Habib Munzir tiap pengajian selalu berpesan, jangan terpaku hanya pada satu sosok, tetap datang ke pengajian, meski saya tidak bisa hadir," kata Ahmad menirukan sambil mengusap air matanya dengan sapu tangan.Hal senada juga dikemukakan oleh Wandi, 30 tahun, seorang warga dari Kebon Jeruk. Bagi Wandi, Habib Munzir sudah seperti guru umat bagi semua kalangan."Anda bisa lihat, jemaah yang datang ini datang dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Beginilah cinta murid kepada gurunya," kata Wandi lebih lanjut.Wandi mengaku baru datang pada pukul 11.00 tadi. Wandi menerangkan, dia izin dari kantornya yang berada di kawasan Ciputat untuk menghadiri pemakaman Habib Munzir siang ini di Kalibata."Saya kira hari Senin tidak akan ramai. Ternyata sampai sini sudah ramai dan macet," kata Wandi.

Rekomendasi