Langkah panitia 17 yang dipimpin Jimly Asshidiqie mengusulkan pergantian nama jalan Medan Merdeka menjadi empat nama tokoh nasional, yakni Soekarno , Soeharto , Mohammad Hatta dan Ali Sadikin . Namun, usulan itu tidak berjalan mulus, sejumlah pihak meminta agar pengubahan nama tidak dilaksanakan.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman merupakan salah seorang yang tidak sepakat dengan pengubahan nama tersebut. Menurutnya, jalan tersebut memiliki nilai sejarah dan tak seharusnya diganti menjadi nama pahlawan ataupun tokoh nasional.
"Saya selalu punya pandangan, rezim orde boleh berganti, pemimpin itu datang dan pergi, pemerintah selalu berganti, tapi kemerdekaan hanya satu kali," jelas Hayono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9).
Atas alasan itu, dia meminta agar wacana pergantian nama jalan itu dikaji ulang. Sebab, kata merdeka sangat sakral ketimbang nama tokoh nasional ataupun pahlawan.
"Oleh karena itu itu saya minta kepada tim, mengganti nama jalan merdeka untuk mempertimbangkan, karena kata merdeka bagi saya sangat sakral. Kehadiran pahlawan itukan ingin merdeka jadi mengubah kata merdeka di ring satu ibu kota mohon dipikirkan kembali," terang dia.
Anggota Komisi I DPR ini berpendapat, alangkah baiknya jika nama pahlawan dan tokoh nasional diberikan untuk nama lain selain jalan Medan Merdeka. Salah satunya, usul dia, jalan Gelora Bung Karno.
"Kalau mau cari tempat banyak Gelora Bung Karno, kalau nanti ada gedung tertinggi di DKI dinamakan gedung Ali Sadikin ," ucapnya.
Mantan Menpora Orde Baru ini juga menilai bahwa jalan Medan Merdeka yang mengelilingi Istana Kepresidenan itu punya sejarah yang bernilai. Karena itu, dia tidak sepakat nama jalan itu diubah menjadi nama pahlawan dan tokoh nasional.
"Istana tempat terhormat, medan merdeka tempat penghormatan kepada kemerdekaan bangsa kita, saya ingin tim mengkaji ulang, saya tidak ingin nama merdeka itu hilang," pungkasnya.
Diketahui, Panitia 17, Gubernur DKI Jakarta dan MPR telah membahas tentang perubahan nama jalan tersebut. Hasilnya, mereka sepakat untuk memberikan usulan nama dan merubah nama Medan Merdeka Utara menjadi jalan Bung Karno, jalan Merdeka Selatan menjadi Bung Hatta, Merdeka Barat menjadi Soeharto dan Medan Merdeka Timur menjadi Ali Sadikin .
Namun, nama jalan Medan Merdeka tak semudah mengganti nama jalan lainnya. Sebab, pergantian nama tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari presiden.