Dalam audit investigasi jilid dua yang diserahkan oleh BPK kepada DPR, ada 15 nama anggota dewan yang diduga terlibat memuluskan proyek Hambalang. Salah satu dari seluruh nama itu muncul inisial AZ. Diduga, AZ adalah Politikus PKS, Akbar Zulfakar.Ketua Fraksi PKS DPR, Hidayat Nur Wahid sangat menyayangkan 15 nama itu bocor ke publik. Dia menilai, audit milik BPK adalah dokumen rahasia yang sepatutnya tidak dibocorkan begitu saja."Secara prinsip kita berharap BPK menjelaskan secara tuntas nama-nama yang disebutkan di situ. Kami akan melakukan klarifikasi bila ada inisial (kader PKS). Saya sendiri tidak tahu, karena BPK kan hanya berikan inisial, kebocoran ini juga harus dipertanyakan dan menjadi bagian evaluasi. Karena rahasia kan harusnya tidak begitu saja diumbar ke publik," jelas Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/8).Menurut Hidayat, kebocoran dokumen negara dalam proyek Hambalang ini juga patut dikritisi dan diusut. Sebab, kata dia, audit ini menyangkut inisial dan tidak menutup kemungkinan salah dalam menafsirkan inisial-inisial anggota DPR."Nah ini siapa yang membocorkan, saya kira bagian yang harus dikritisi inisial yang ada di situ, barangkali juga tidak identik kepada satu nama. Mungkin ada beberapa nama yang namanya bermiripan, dan kemudian inisialnya bisa dimiripkan, dan itu sesuatu yang bisa menjadi ribet ya," terang dia.Kendati demikian, Hidayat berjanji akan mengklarifikasi benar atau tidaknya anggota fraksi PKS terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang."Kami tentu juga akan melakukan klarifikasi kepada tidak ada inisial dari kawan dari PKS," pungkasnya.
Fraksi PKS: Hasil audit Hambalang seharusnya rahasia
Bocornya 15 nama anggota DPR dalam hasil audit itu harus diusut.
Rekomendasi