Selama sembilan tahun sejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) duduk sebagai orang nomor satu di negeri ini, Murtini (55 tahun) tak pernah absen untuk bertemu langsung dengan pemimpin pilihannya itu.
Perempuan yang berasal dari Pekanbaru, Riau ini selalu hadir setiap acara open house di Istana Negara. Bersama kedua koleganya, Murtini mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu SBY di masa akhir jabatannya sebagai presiden.
Murtini adalah satu dari 10 penyandang disabilitas yang beruntung dapat bersalaman secara langsung dengan SBY. "Saya ingin bertemu dengan Pak SBY, terakhir. Mau perpisahan," sahut Murtini di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/8).
Dia khawatir tahun depan tidak bisa lagi bertemu dengan SBY. Sebab, tahun depan merupakan pemilihan presiden. "Lebaran tahun depan, SBY tak akan lagi menjabat," ucapnya singkat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Murtini dan penyandang disabilitas lainnya mendapatkan uang senilai Rp 200.000 sebagai sedekah dari SBY.
Murtini merupakan salah satu dispabel yang beruntung untuk dapat bersalaman dengan SBY. Selain dia, masih ada sekitar 800 penyandang disabilitas lainnya yang ingin bertemu presiden dan sempat berkumpul di Monas.