Kumpul di kelenteng, tokoh agama Kediri kecam teror bom vihara

Mereka meminta negara tidak boleh kalah dengan teroris.

Imam Mubarok
Oleh Imam Mubarok - Reporter
Kumpul di kelenteng, tokoh agama Kediri kecam teror bom vihara
Vihara. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Teror bom yang terjadi di Vihara Ekayana, Jakarta Barat dikecam oleh Paguyuban Antar Umat Beragama (PAUB) Kota Kediri, Selasa malam (6/8) di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri. Mereka meminta negara tidak boleh kalah dengan teroris.Juru bicara PAUB sekaligus penggagas PAUB Kota Kediri yang dibentuk sekitar tahun 2000 ini, KH Anwar Iskandar menyatakan mengutuk keras perbuatan teror bom di Vihara Ekayana yang mengatasnamakan Islam."Ini bukan ajaran Islam, mereka hanya memakai nama Islam untuk melakukan perbuatan teror. Oleh karena itu pemerintah jangan mau kalah dengan teroris dan harus mengungkap kasus ini secepatnya untuk ketenangan umat," kata Gus War panggilan akrab KH Anwar Iskandar yang juga kakak kandung KH Noer Mohammad Iskandar pengasuh Ponpes As-Shidiqiyah Kebun Jeruk Jakarta Barat ini.Masih menurut Gus War, salah satu upaya pengungkapan adalah dengan memaksimalkan Densus 88 untuk memberantas teroris di Indonesia."Apapun negara wajib bertanggungjawab melindungi rakyatnya terutama pemeluk agama yg sudah diakui oleh negara," tambah pengasuh Ponpes Al-Amien Rejomulyo Kota Kediri ini.PAUB Kota Kediri, terdiri dari lintas agama, antara lain Islam, Kristen Protestas, Katolik , Hindu dan Budha.Seperti diketahui bom yang meledak di Vihara Ekayana diduga berkaitan dengan muslim Rohingnya. Dugaan itu muncul setelah ditemukan sebuah tulisan yang terdapat di lempengan sisa pecahan bom.Sebelumnya, tiga orang luka akibat ledakan bom di Vihara Ekayana Jalan Mangga II/8 Rt. 08/08 Kelurahan Duri Kepa, Tanjung Duren Barat, Jakarta Barat. Korban luka tersebut merupakan jemaat vihara tersebut.

Rekomendasi