Pemerintah ingin pengungsi Syiah kembali ke rumah masing-masing

Saat ini, rekonsiliasi antara kelompok Syiah dan Sunni masih berjalan.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Pemerintah ingin pengungsi Syiah kembali ke rumah masing-masing
Pengusiran jamaah Syiah Sampang. merdeka.com/istimewa

Konflik antara kelompok Syiah dan Sunni di Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat warga Syiah terusir dari kampung halamannya sendiri. Kini, para pengungsi sudah ditempatkan di sebuah rumah susun yang dibangun pemerintah sebagai tempat penampungan sementara.Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto menyatakan pemerintah sedang berupaya mengembalikan para pengungsi Syiah ke rumahnya masing-masing. Akan tetapi, mereka tidak ingin saat pulang ke kampung halamannya, keselamatannya justru terancam."Kalau saya yang penting, posisi pemerintah kan memang yang paling bagus kembali ke kampung halaman masing-masing. Tapi dalam pendekatan saya, harus dijamin orang itu keselamatan dan keamanannya. Nah itu dulu," ungkap Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (2/8).Saat ini, rekonsiliasi untuk menengahi konflik antar kelompok Syiah dan Sunni masih berjalan. Pemerintah ingin meminta jaminan agar pengembalian warga Syiah berjalan dengan baik dan tidak ada lagi ancaman-ancaman."Saya minta jaminan kalau mereka kembali harus aman tidak ada lagi intimidasi dan ancaman-ancaman oleh mereka sendiri atau sebaliknya. Dua pihak, yang penting itu, yang utama, itu syarat utama," tandasnya.Mantan Panglima TNI ini melanjutkan, pemerintah tidak menetapkan batasan waktu sampai kapan para pengungsi dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, pemerintah tetap berupaya untuk mensosialisasikan dan mengharmonisasikan seluruh pandangan."Tidak diberikan batasan waktu, ini bagaimana mensosialisasikan mengharmonisasikan pandangan-pandangan yang berbeda, tapi kedua pihak sepakat akan turn down akan tidak melakukan tindakan kekerasan, menghentikan segala tindak kekerasan yang ada dan mereka sepakat akan kembali hanya proses yang harus," pungkasnya.

Rekomendasi