Eks Wakapolri: Polisi yang amankan demo dinilai oleh Propam

Wartawan Trans7, Anton kena tembak di bawah mata sebelah kanan saat meliput demo tolak kenaikan BBM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Eks Wakapolri: Polisi yang amankan demo dinilai oleh Propam
gedung dpr. merdeka.com/arie basuki

Anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun mengatakan, kasus tertembaknya wartawan saat meliput demo bukan kali pertama terjadi. Meski tak detail menjelaskan, saat dirinya menjabat sebagai wakil Kapolri juga muncul masalah serupa."Saya rasa ini bukan kejadian pertama kali. Waktu saya Wakapolri, ada protap satu dan dua, ada dewan kehormatan untuk proses apakah anggota di lapangan lakukan kerja yang benar," ujar Adang di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (17/6).Adang menilai permasalahan utama bukan pada tingkatan pimpinan Polri. Dia yakin Kapolri Jenderal Timur Pradopo telah memberikan penilaian rutin. Penanganan demo, lanjut Adang, haruslah dibedakan dengan penanganan ketika kondisi berubah jadi huru-hara."Demo harus ikut aturan, polisi harus ikut aturan. Nanti Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan) yang nilai," ungkapnya.Sebelumnya, wartawan Trans7, Anton mengalami luka tembak di bawah mata sebelah kanan saat meliput aksi demontrasi gabungan mahasiswa Jambi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di gedung DPRD Provinsi setempat.Seperti dituturkan M Arif Raramadhani, koordinator Demo, waktu itu Anton bersama sejumlah wartawan lain sedang meliput aksi. Mereka berada di sebelah kiri para mahasiswa. Ketika suasana memanas, para wartawan tetap berada di sebelah massa."Waktu kami (massa aksi) berhadap-hadapan dengan polisi, dia (Anton) dan beberapa wartawan masih di sana. Tiba-tiba terdengar suara tembakan gas, lalu tiba-tiba dia kena," kata Arif kepada merdeka.com, Senin (17/6).

Rekomendasi