Meledaknya bom bunuh diri di Mapolres Poso, menunjukkan peran intelijen masih lemah. Anggota Komisi III DPR Didi Irawadi Syamsudin mendesak adanya evaluasi kerja intelijen yang berada di struktur Polri itu."Intelijen fungsi di kepolisian harus lebih kerja keras, karena kecolongan di beberapa tempat ini perlu ada evaluasi. Karena walaupun di Poso berulang kali, ini intelijen harus lebih bekerja keras," kata Didi di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (4/6).Didi mengungkapkan, selain dilakukan penambahan personel, juga perlu ada peningkatan profesionalisme. Termasuk melakukan penyadapan di titik rawan.Dengan begitu, pemberantasan teroris ke depannya tak hanya mentok di 'para pengantin' saja. Tapi bisa meringkus otak pelakunya."Peranan intelijen keamanan dan kepolisian harus menjadi perhatian yang sangat khusus. Ini merupakan kewibawaan negara yang dipertaruhkan, ini saja yang ada penjagaan bisa diserang, bagaimana dengan yang lain," kritik Didi.Selain di Mapolres Poso, sebuah serangan bom bunuh diri pernah terjadi di Mapolresta Cirebon. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Serangan bom di Mapolres Poso, DPR kritik intelijen Polri
Berkali-kali teroris bisa melakukan serangan ke markas polisi. Apa kerja intelijen?
Rekomendasi