Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Ryana Hardjapamekas kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mass Rapid Transit (MRT). Jabatan baru Erry tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang yang digelar di Hotel Sari Pan Pacific.
Nantinya, Ery bertugas membantu empat komisaris yang baru, yakni Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Sarwo Handayani, penasihat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yaitu Krisbiantara, Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan dan Dirjen Perimbangan Keuangan Adriansyah.
"Untuk Adriansyah belum pasti. Karena kami masih menunggu surat persetujuan dari Menteri Keuangan," kata Catur Laswanto, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI, usai RUPS PT MRT Jakarta, di Sari Pan Pasifik Jakarta, Kamis (25/4).
Pergantian jajaran komisaris tersebut bertujuan untuk membentuk seluruh jajaran direksi dan komisaris dapat menjadi pengurus organisasi yang semakin solid, satu visi dan cepat menjalankan keputusan perusahaan.
"Tapi bukan berarti jajaran komisaris dan direksi yang sebelumnya tidak seperti itu lho. Yang pasti jajaran komisaris baru harus bekerja sama dengan jajaran direksi untuk mengejar keterlambatan proyek," jelasnya.
Dengan hadirnya Ery, diharapkan PT MRT Jakarta dapat bekerja lebih cepat lagi untuk memulai pembangunan fisik transportasi berbasis rel yang sudah lama dinanti-nantikan rakyat.
"Pokoknya target kami adalah semua jabatan kepengurusan yang kosong baik komisaris maupun direksi sudah terpenuhi semua. Ini sudah langkah maju. Saya harapkan kita bisa langsung melaksanakan kegiatan yang bersifat konstruksi fisik, begitu juga dengan kegiatan bersifat administrasi bisa berjalan simultan," terangnya.