Diblokir, ternyata anggaran UN juga sempat terlambat cair

Sebulan lalu, Zainuddin mendengar ada sekitar 80 persen lebih anggaran kemendikbud diblokir, termasuk anggaran UN ini.

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Diblokir, ternyata anggaran UN juga sempat terlambat cair
ujian nasional. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang amburadul tahun ini terasa aneh bagi anggota Komisi X Bidang Pendidikan DPR Ahmad Zainuddin. Sebab setiap tahun pemerintah sudah menyelenggarakan UN, tetapi masih ada kasus percetakan terlambat mendistribusikan soal.

"Jadi menurut saya masalah keterlambatan itu ada di kemendikbud karena tidak segera menyelesaikan proses anggaran untuk percetakan," kata dia ketika dihubungi, Senin (15/4).

Zainuddin menerangkan, anggaran UN 2013 sempat terlambat. Sebulan lalu, dia mendengar ada sekitar 80 persen lebih anggaran kemendikbud diblokir, termasuk anggaran UN ini.

Dia tidak menjelaskan detai berapa anggaran yang diblokir itu. Yang jelas, kata dia, anggaran UN tahun ini antara Rp 500 sampai 600 miliar. "Detailnya saya lupa," ucapnya.

Namun Zainuddin menegaskan, permasalahan UN ini ada di pemerintah. Soal keterlambatan distribusi, dia punya analisa sendiri. Misal, bila PT Ghalia Printing Indonesia mampu melaksanakan tender, berarti masalah amburadulnya UN kali ini kesalahan pemerintah.

Tapi kalau ternyata Ghalia itu perusahaan baru, belum memiliki pengalaman mengikuti tender besar, tetap pemerintah yang salah."Kenapa perusahaan baru dimenangkan?"

Sebelumnya diberitakan, pelaksaan UN di 11 daerah untuk tingkat SMA, MA, dan SMK diundur karena distribusi soal terlambat. Sesuai jadwal pelaksanaan UN tingkat SLTA seharusnya berlangsung mulai hari ini, 15 April, karena masalah itu UN diundur besok, 16 April.

Rekomendasi