Dua tersangka yang terlibat kasus pengeroyokan sehingga menewaskan Kapolsek Dolok Pardamean, Simalungun, berhasil diringkus polisi. Seorang di antaranya yaitu Kosdim Saragih, tersangka perjudian yang ditangkap sebelum pengeroyokan.
"Kosdim Saragih ini tersangka judi. Dia diserahkan keluarganya tadi malam. Selama ini dia bersembunyi di kebun yang jaraknya sekitar 5 Km dari TKP." kata Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Iwan Hari Sugiarto meneruskan informasi dari Kapolres Simalungun AKBP Andi Syariful Taufik, Sabtu (30/3).
Selain Kosdim yang menyerahkan diri, polisi juga meringkus Walsen Malau. Pria ini ditangkap karena disangka mencuri dompet milik Andar dan memprovokasi massa untuk melakukan pembakaran saat penganiayaan itu.
Walsem diduga sudah terlibat sejak awal pengeroyokan itu. Dia menghadang mobil yang dinaiki Andar bersama tiga anggotanya dan Kospin. "Walsem ini kemungkinan akan dikenakan Pasal 340, 351, 170, KUHP," jelas Andi.
Walsem cs diduga sudah mengetahui Andar merupakan polisi. Bahkan sejumlah warga mengingatkan. Namun, massa tidak peduli. "Mereka umumnya sudah dipengaruhi minuman keras. Penganiayaan mereka lakukan pas di depan gereja. Ketika itu kapolsek tidak membawa senjata," jelas Andi.
Dengan tertangkapnya Kosdim dan Walsem, sudah 19 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardomuan AKP Andar Yonas Siahaan. Sebanyak 17 di antaranya sudah dititipkan ke Mapolda Sumut. Selain itu, terdapat empat orang yang wajib lapor karena mengarah sebagai tersangka.
Seperti diberitakan, AKP Andar Yonas Siahaan tewas saat menangkap tersangka bandar perjudian, Kosdim Saragih, di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamen, Simalungun, Sumut, Rabu (27/3) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dia diamuk massa setelah diteriaki istri tersangka sebagai maling kerbau.
Teriakan itu diduga memantik perhatian sekaligus amarah warga sekitar. AKP Andar Yonas Siahaan terjebak dan langsung jadi bulan-bulanan warga. Dia tewas di tempat. Tiga anggotanya berhasil menyelamatkan diri.