Pemkab Simalungun minta maaf, bantu buru pengeroyok Kapolsek

Dari 17 tersangka, seorang di antaranya perempuan dan sudah dibawa ke Mapolda Sumatera Utara.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Pemkab Simalungun minta maaf, bantu buru pengeroyok Kapolsek
Pemakaman Kapolsek Dolok Pardamean. ©2013 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Bupati Simalungun JR Saragih menyesalkan aksi massa yang mengeroyok Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Yonas Siahaan hingga tewas. Sebagai permintaan maaf, pihaknya akan membantu memburu pengeroyok perwira polisi itu."Simalungun sedang berduka. Atas nama masyarakat Simalungun, saya minta maaf kepada kepolisian. Kami sudah koordinasikan aparat untuk ke rumah-rumah mencari pelaku. Kita membantu polisi," ucap JR Saragih seusai pemakaman Andar di Taman Bahagia, Kompleks Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (29/3).Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengimbau para pelaku yang melarikan diri segera menyerahkan diri termasuk YS, tersangka judi. "Kita imbau agar segera menyerahkan diri," kata Wisjnu di Medan.Dia mengatakan sejauh ini 17 sudah berstatus tersangka dari 103 orang yang diperiksa intensif. Dari 17 tersangka, seorang di antaranya perempuan dan sudah dibawa ke Mapolda Sumatera Utara. "Dibawa ke Polda biar pemeriksaannya lebih netral, biar lebih aman. Mudah-mudahan kasus bisa segera selesai dan dilimpahkan ke pengadilan," ujar Wisjnu.Sebelumnya, AKP Andar Yonas Siahaan tewas saat menggerebek tersangka bandar perjudian di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamen, Simalungun, Sumut, Rabu (27/3) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dia diamuk massa setelah diteriaki sebagai maling kerbau.Teriakan itu diduga memantik perhatian sekaligus amarah warga sekitar. Andar terjebak dan langsung jadi bulan-bulanan warga. Dia tewas di tempat tetapi tiga anggotanya berhasil menyelamatkan diri.

Rekomendasi