Polisi melakukan rekonstruksi kasus mutilasi Ancol di salah satu ruko Apartemen Marina Mediterania Residence, Ancol, Jakarta Utara. Pelaku, Alanshia alias A Liong, melakukan 28 adegan.Dalam reka ulang itu digambarkan, sebelum terjadi pembunuhan keduanya sempat terlibat perkelahian. Setelah itu keduanya saling menyerang."Saat reka ulang, korban terlihat ia diikat, terjadi perkelahian, saling mengambil barang untuk menyerang, tersangka mendapat tali, kemudian korban dijerat dengan tali hingga lemas," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Daddy Hartadi kepada wartawan usai melakukan rekonstruksi di lokasi, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (27/3).Setelah melihat Tonny tak bernyawa, Alanshia bingung harus diapakan jasad Tonny. Dia kemudian membakarnya tubuh Tonny dengan korek gas berkekuatan tinggi. Karena bagian tubuh Tonny tak kunjung hancur, Alanshia semakin panik dan memilih memutilasi korban dengan pisau khusus untuk memotong besi yang biasa dipakai pelaku di usaha ada percetakannya."Pertama dibakar kepala korban, terlihat bekas bolong-bolong di kepala korban, karena tidak terbakar, maka dipotong dengan alat pemotong besi. Pelaku kan pengusaha percetakan," beber Daddy.Dia menambahkan, bagian tubuh Tonny yang pertama kali dimutilasi adalah bagian kepala. "Bagian yang dimutilasi terlebih dahulu adalah kepala," tambahnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Alanshia pelaku mutilasi yang menghabisi nyawa temannya sendiri Tony Arifin Djoomin. Pelaku yang mempunyai usaha percetakan ternyata mempunyai hutang judi sepakbola sebesar Rp 200 juta kepada korban. Karena tak senang ditagih terus menerus dan mengaku keluarganya diancam, pelaku tega membunuh hingga memotong beberapa bagian dan membungkus rapih disimpan dengan rapih di dalam dus kotak yang disimpan korban di lantai dasar ruko milik korban.
Tubuh Tonny yang pertama kali dimutilasi Alanshia bagian kepala
Melihat dari cara Alanshia menghabisi Tonny, pembunuhan ini sangat terencana.
Advertisement
Rekomendasi